Pemilu Israel Buntu: Kedua Calon Gagal Raih Mayoritas, Netanyahu Terancam Lengser

Visual penghitungan suara pemilu Israel yang buntu 60-60 tanpa mayoritas 61 kursi di Knesset. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Yerusalem, MISTAR.ID (28/10/2026) — Penghitungan suara Pemilu Israel masih berlangsung hingga fajar menyingsing, Rabu (28/10/2026) pagi. Jajak pendapat setelah pemungutan suara (exit poll) menunjukkan pemilihan umum krusial tersebut tidak menghasilkan pemenang yang jelas.
Kondisi itu menandai dimulainya negosiasi panjang antarpatai untuk membentuk koalisi pemerintahan dan menetapkan perdana menteri baru. Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap menjabat sebagai kepala pemerintahan sementara.
Jajak pendapat yang dirilis stasiun televisi utama Israel setelah tempat pemungutan suara ditutup pada Selasa malam menunjukkan baik blok Netanyahu maupun blok rivalnya, mantan kepala militer Gadi Eisenkot, tidak meraih 61 kursi yang dibutuhkan untuk mayoritas di parlemen atau Knesset.
Di Israel, pemilih mencoblos partai politik, bukan calon perorangan. Partai-partai kemudian membentuk aliansi untuk menciptakan koalisi mayoritas. Belum pernah ada satu partai yang meraih mayoritas kursi sendirian.
Hasil yang tidak meyakinkan muncul di tengah perpecahan tajam terkait kepemimpinan Netanyahu serta trauma akibat serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang yang mengguncang Timur Tengah sejak saat itu.
Penghitungan Suara Masih Berjalan
Komite Pemilihan Umum Pusat Israel menyebutkan data terus masuk hingga Rabu pagi. Hasil yang ada masih parsial.
Dengan sekitar 40 persen surat suara yang telah dihitung, Likud, partai yang dipimpin Netanyahu, meraih 21,70 persen suara, sementara Yashar yang dipimpin Eisenkot meraih 15,72 persen. Penghitungan belum menunjukkan jumlah kursi yang diperoleh masing-masing partai di parlemen.
Trump Klaim Netanyahu Raih Hasil Baik
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menepis anggapan Netanyahu akan kalah. Ia mengklaim Netanyahu meraih hasil cukup baik.
"Saya mendengar dia mendapatkan hasil yang sangat baik. Saya bahkan mendengar dia mendapatkan hasil yang cukup baik," ujarnya kepada wartawan di Joint Base Andrews, Maryland, Rabu, setelah kembali dari kampanye di Texas. Trump mengatakan masih terlalu dini menyimpulkan dan mengaku belum berbicara dengan Netanyahu. Trump memberikan dukungan kepada Netanyahu menjelang akhir kampanye, sementara Netanyahu menekankan kedekatannya dengan Gedung Putih dalam pidato malam pemilihan.
Netanyahu Singgung Iran dan Kecam Partai Arab
Di hadapan pendukungnya di Yerusalem, Rabu dini hari pukul 03.00, Netanyahu menyatakan exit poll menunjukkan Likud akan menjadi partai terbesar di parlemen. Ia memaparkan pencapaian militer Israel selama tiga tahun terakhir dan berjanji menuntaskan tugas menghadapi rezim Iran.
Ia menegaskan tidak boleh ada pemerintahan yang dibentuk dengan mengandalkan partai-partai Arab. Partai-partai yang dipimpin kalangan Arab meraih hasil kuat dan berpotensi menjadi penentu pembentukan pemerintahan, terutama jika blok Netanyahu dan lawan berada pada posisi imbang.
Kedua Blok Klaim Kemenangan
Di tengah ketidakpastian, suasana di markas Eisenkot dan Netanyahu justru dipenuhi perayaan. Dalam pidato di Tel Aviv, Eisenkot berjanji membentuk pemerintahan dan menjanjikan era baru.
"Hari ini, Israel telah melakukan referendum mengenai kepemimpinan yang akan menakhodai negara ini di tahun-tahun mendatang. Rakyat telah memutuskan untuk memilih perubahan," ujar Eisenkot disambut sorak pendukungnya. (apnews.com/hm02)













































