Thursday, October 29, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Banjir Berulang di Sei Mati, Rumah Warga Terendam hingga Dua Meter

Mistar.idKamis, 29 Oktober 2026 pukul 14.13 WIB
banjir_berulang_di_sei_mati_rumah_warga_terendam_hingga_dua_meter

Kondisi banjir di Lingkungan IX masih terlihat tinggi. Rumah Kepala Lingkungan IX yang berwarna krem masih terendam banjir (Foto: Berry/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Warga Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, mengeluhkan banjir yang sudah terjadi sebanyak tiga kali dalam sepekan terakhir. Puncaknya terjadi pada dini hari tadi.

Kepala Lingkungan IX, Rozy, mengatakan banjir yang terjadi di Kelurahan Sei Mati sudah memasuki kejadian ketiga dan menjadi yang terparah dalam sepekan terakhir.

“Kami tidak mengira banjir malam tadi besar, karena banjir pertama dan kedua itu airnya hanya sampai sebetis dan sedengkul orang dewasa saja,” ujarnya saat ditemui di Gang Merdeka, Kamis (29/10/2026).

Lebih lanjut, Rozy mengatakan air banjir mulai naik pada pukul 23.00 WIB dan terus berangsur naik ke permukiman warga. Air masih terus naik hingga pukul 05.00 WIB.

Menurutnya, meski posisi rumahnya lebih tinggi dan jauh dari aliran sungai, ketinggian air banjir pada subuh tadi mencapai lebih dari dua meter hingga membuat rumahnya tenggelam.

“Banjir di sini kiriman. Hari pertama banjir itu kan hujan juga enggak begitu deras. Melihat airnya yang kuning kecokelatan saat ini, sudah pasti kiriman dari Sungai Deli,” ucapnya.

Rozy mengatakan, saat ini warga masih menetap di rumah masing-masing karena kebanyakan memiliki loteng untuk mengungsi. Sebagian lainnya mengungsi ke rumah warga yang berada di depan.

“Kebanyakan yang mengungsi itu karena faktor usia, seperti kelompok lansia maupun anak-anak yang diutamakan keselamatannya dan kini kebanyakan berada di kantor lurah,” tuturnya.

Terpisah, seorang warga bernama Aliza Nasution, 66 tahun, yang turut terdampak banjir menyebutkan ketinggian air di rumahnya sudah mencapai lebih dari dua meter.

“Banjir ini sudah ketiga kalinya dalam seminggu atau dua hari belakangan ini, tapi saat pukul 01.00 sampai 02.00 WIB dini hari tadi air sudah makin tinggi,” ujar warga Gang Alfajar, Lingkungan VII tersebut.

Aliza juga mengatakan banyak barang yang tidak sempat dievakuasi. Ia hanya mengangkat beberapa barang penting ke tempat yang lebih tinggi. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN