Soda Gembira dan Bajigur Masuk Daftar 10 Minuman Nonalkohol Tebaik di Asia Tenggara

Bajigur. (Foto: Shutterstock.com/Ign Ardiyanto Adi)
Jakarta, MISTAR.ID – Indonesia mendominasi daftar Best Southeast Asian Non-alcoholic Beverage Types yang dirilis TasteAtlas. Dari 28 minuman yang masuk pemeringkatan, sebanyak 17 di antaranya berasal dari Indonesia.
Dua minuman Indonesia bahkan berhasil menembus 10 besar. Soda gembira menempati peringkat kedelapan dengan skor 3,9 dari 5, sedangkan bajigur berada di posisi ke-10 dengan nilai 3,8.
Dilansir dari TasteAtlas, Selasa (6/10/2026), menyebut soda gembira sebagai minuman manis dan berkarbonasi yang populer di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatra. Minuman ini dibuat dari perpaduan susu kental manis, sirup yang umumnya memiliki rasa stroberi atau mawar, serta air soda.
Perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa manis dengan tekstur creamy dan sensasi karbonasi. Soda gembira biasanya disajikan dingin menggunakan es dan juga populer sebagai minuman saat berbuka puasa di bulan Ramadan.
Sementara itu, bajigur merupakan minuman tradisional khas Sunda, Jawa Barat. Minuman hangat ini umumnya dibuat menggunakan santan dan gula aren, dengan tambahan jahe serta pandan.
Kombinasi bahan tersebut menghasilkan rasa manis dan tekstur creamy, disertai aroma harum serta sensasi hangat dari jahe. Bajigur biasanya dinikmati saat cuaca dingin atau musim hujan bersama makanan ringan seperti kue ketan, ubi kukus, dan pisang rebus.
Selain dua minuman yang masuk 10 besar tersebut, sejumlah minuman Indonesia lainnya juga tercantum dalam daftar TasteAtlas. Di antaranya kopi luwak, jamu, wedang jahe, bandrek, kopi tubruk, sekoteng, kopi ginseng, kopi joss, teh talua, sara'ba, jahe telor, kopi terbalik, es kelapa muda, loloh cemcem, dan daluman.
Daftar tersebut juga diisi minuman dari negara Asia Tenggara lainnya. Posisi teratas ditempati Thai Iced Tea dari Tailan dengan skor 4,3, disusul Vietnamese Iced Coffee dengan skor 4,2 dan Teh Tarik dari Malaysia dengan skor 4,2.
TasteAtlas menggunakan sejumlah mekanisme untuk menyaring penilaian yang dianggap berasal dari bot maupun bias nasionalistis dan lokal. Sistem tersebut juga memberikan bobot lebih besar kepada pengguna yang dinilai memiliki pengetahuan mengenai makanan.
Hingga Rabu (30/9/2026), tercatat 1.553 penilaian untuk daftar tersebut, dengan 1.040 di antaranya dinilai valid oleh sistem.
TasteAtlas menegaskan pemeringkatan tersebut bukan kesimpulan mutlak mengenai makanan atau minuman terbaik. Daftar itu dibuat sebagai sarana memperkenalkan kuliner lokal sekaligus mendorong ketertarikan terhadap makanan dan minuman tradisional. (TasteAtlas)
PREVIOUS ARTICLE
Kuliner Khas Yunnan Ini Bisa Bikin Orang Lihat 'Peri Kecil'















































