Friday, October 2, 2026
home_banner_first
KULINER

Kuliner Khas Yunnan Ini Bisa Bikin Orang Lihat 'Peri Kecil'

Mistar.idJumat, 2 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB
kuliner_khas_yunnan_ini_bisa_bikin_orang_lihat_peri_kecil

Jamur Lanmaoa asiatica. (foto: Colin Domnauer via Discovery Magazine)

news_banner

Yunnan, MISTAR.ID - Ada kuliner khas Yunnan yang terlihat seperti jamur pada umumnya, tetapi bisa menimbulkan pengalaman yang tidak biasa jika dikonsumsi tanpa pengolahan yang tepat.

Jamur bernama Lanmaoa asiatica ini diketahui dapat menyebabkan halusinasi, termasuk membuat orang melihat sosok-sosok kecil seperti “peri” yang menari dan melompat.

Dilansir Discovery Magazine, jamur yang dikenal masyarakat setempat dengan nama jian shou qing tersebut masih satu kerabat dengan porcini. Namun, berbeda dengan magic mushroom yang dikenal memiliki senyawa psikoaktif, mekanisme yang menyebabkan efek halusinasi pada Lanmaoa asiatica hingga kini belum sepenuhnya diketahui.

Yunnan yang berada di China barat daya dikenal sebagai “Kerajaan Jamur Liar”. Wilayah ini menjadi habitat sekitar 40 persen spesies jamur liar yang dapat dimakan di dunia.

Setiap Juni hingga September, berbagai jenis jamur liar bermunculan dan dijual di pasar maupun restoran. Namun, periode tersebut juga diikuti peningkatan kasus keracunan jamur.

Salah satu jenis yang cukup sering dikaitkan dengan kasus keracunan adalah Lanmaoa asiatica.

Bisa Melihat “Peri Kecil”

Keunikan jamur ini bukan hanya pada efeknya, tetapi juga pola halusinasi yang dialami sejumlah orang setelah mengonsumsinya.

Dalam penelitian terhadap pasien keracunan, lebih dari 90 persen mengalami halusinasi. Mereka menggambarkan melihat sosok kecil berwarna-warni yang disebut seperti “orang kecil” atau “peri kecil”.

Beberapa pasien mengaku melihat sosok tersebut ketika sedang berpakaian atau makan. Halusinasi bahkan dilaporkan semakin jelas ketika mata ditutup.

Fenomena tersebut dikenal sebagai lilliputian hallucinations, istilah yang merujuk pada karakter berukuran sangat kecil dalam novel Gulliver's Travels karya Jonathan Swift.

Namun, efeknya tidak berhenti pada halusinasi. Keracunan Lanmaoa asiatica juga dapat menimbulkan gangguan pencernaan dan, dalam kasus tertentu, gangguan pada sistem saraf.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2023 menganalisis 398 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Afiliasi Universitas Yunnan akibat keracunan jamur selama Januari 2020 hingga Desember 2021.

Meski sebagian besar pasien tidak menunjukkan kerusakan signifikan pada fungsi organ penting, sejumlah kasus langka menunjukkan kemungkinan gangguan saraf serius dan berpotensi menetap apabila tidak mendapat penanganan sejak dini.

Racun Belum Diketahui

Sebagian besar kasus keracunan terjadi setelah mengonsumsi jamur segar. Namun, jamur yang telah dibekukan juga pernah dikaitkan dengan kasus keracunan.

Yang menarik, efek racunnya diduga cukup tahan terhadap pengolahan. Kasus keracunan masih dilaporkan setelah jamur digoreng atau dimasak dengan suhu tinggi.

Gejala biasanya baru muncul sekitar 12 hingga 24 jam setelah dikonsumsi.

Lalu, apa yang sebenarnya membuat orang melihat “peri kecil”?

Sampai sekarang, jawabannya belum diketahui secara pasti.

Penelitian terdahulu sempat menduga Lanmaoa asiatica mengandung senyawa yang memiliki efek menyerupai LSD. Namun, analisis kimia dan genomik yang lebih baru tidak menemukan senyawa psikoaktif yang dikenal dapat menjelaskan efek tersebut.

Peneliti dari Natural History Museum of Utah menduga ada mekanisme biologis atau senyawa yang belum teridentifikasi di balik fenomena tersebut.(*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN