Unik! Makan di Restoran Italia, Piring Keramik Bisa Dibawa Pulang

Piring-piring tersebut dibuat dari tanah liat mentah yang berasal dari tambang-tambang di Ogliara. (foto: Unione Ristoranti Buon Ricordo via Smithsonian Magazine)
Italia, MISTAR.ID - Bagaimana jika setelah menikmati makanan di restoran, piring tempat hidangan disajikan justru boleh dibawa pulang? Tradisi unik itu masih berlangsung di sejumlah trattoria di Italia melalui program Piatti del Buon Ricordo, yang berarti “piring kenangan indah”.
Dilansir Smithsonian Magazine, tradisi tersebut dimulai pada 1964 atas gagasan Dino Villani, seorang pengusaha sekaligus pakar pemasaran. Saat itu, Villani ingin mendorong masyarakat Italia bepergian ke berbagai wilayah untuk mencicipi makanan khas daerah.
Gagasannya sederhana: pengunjung datang ke trattoria, memesan hidangan khas daerah, kemudian mendapatkan piring keramik yang dilukis dengan tangan untuk dibawa pulang sebagai suvenir.
Program yang awalnya hanya melibatkan sekitar 12 restoran itu kemudian berkembang hingga lebih dari 130 restoran. Kini, 111 trattoria masih menjadi bagian dari gerakan tersebut dan mempromosikan kuliner tradisional daerah masing-masing.
Bukan Sekadar Piring Makan
Setiap restoran memilih hidangan andalannya untuk menjadi bagian dari menu Buon Ricordo. Piringnya kemudian dirancang dengan ilustrasi yang menampilkan hidangan tersebut serta unsur yang menggambarkan kota atau wilayah tempat restoran berada.
Menurut Cesare Carbone, Presiden Unione Ristoranti Buon Ricordo, konsep tersebut sejak awal memang dibuat untuk menjaga keberadaan masakan tradisional Italia.
“Makanlah di sebuah trattoria, pesan dan nikmati hidangan khas daerah, lalu bawa pulang piring keramik buatan tangan tersebut setelah selesai makan,” kata Carbone, seperti dikutip Smithsonian Magazine

Ia juga menjelaskan bahwa gagasan tersebut bertujuan untuk “mempromosikan dan menjaga kuliner Italia secara serius.”
Piring-piring itu dibuat dari tanah liat mentah yang berasal dari tambang Ogliara dan kemudian dilukis dengan tangan oleh pengrajin Ceramiche Artistiche Solimene, perusahaan keluarga di Vietri sul Mare, kawasan Pantai Amalfi.
Sejak 1985, desain piring dikerjakan oleh desainer grafis asal Milan, Paolo Argenton. Setiap restoran memiliki desain yang berbeda sesuai hidangan dan daerahnya.
Pernah Jadi Simbol Status
Yang menarik, piring Buon Ricordo ternyata pernah menjadi semacam simbol status sosial di Italia.
Chef Davide Scabin, yang pernah bekerja di beberapa restoran anggota Buon Ricordo pada era 1980-an, mengatakan piring tersebut menjadi bukti nyata bahwa seseorang pernah melakukan perjalanan dan menikmati pengalaman kuliner tertentu.
“Orang- memajangnya dengan bangga karena piring-piring tersebut menjadi bukti nyata dari perjalanan dan pengalaman yang telah mereka jalani,” ujar Scabin.
Menurutnya, orang-orang yang mengoleksi piring tersebut bahkan dianggap sebagai bagian dari komunitas tertentu dan piring itu menjadi bagian dari identitas mereka. Pada masa itu, makan di restoran Buon Ricordo juga relatif mahal sehingga belum menjadi kebiasaan bagi kalangan muda atau wisatawan dengan anggaran terbatas.
Tradisi mengoleksi piring ini bahkan menjadi kenangan keluarga bagi sebagian warga Italia. Alberto Cauzzi, editor kuliner Forbes Italia, mengingat ayahnya mengajak keluarganya mengunjungi restoran berbeda setiap bulan untuk mengumpulkan piring dan memajangnya di ruang makan.
Seiring perubahan zaman, piring Buon Ricordo tetap memiliki daya tariknya. Piring-piring lama kini dicari kolektor di berbagai tempat, termasuk toko barang bekas dan pameran desain.
Smithsonian Magazine mencatat harga piring vintage tersebut di eBay dapat dimulai sekitar 3 euro dan mencapai lebih dari 150 euro, tergantung desain dan kelangkaannya. Bahkan terdapat asosiasi khusus bagi para kolektor piring Buon Ricordo. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Delapan Bahan Makanan yang Sebaiknya Tak Disimpan di Kulkas




































