Empat Metode Pascapanen Kopi yang Bikin Karakter Rasanya Berbeda

Biji Kopi. (Foto: Halodoc)
Jakarta, MISTAR.ID – Sebelum sampai ke cangkir dan siap diminum, kopi harus melewati sejumlah tahapan pengolahan pascapanen. Perbedaan metode dalam tahap ini turut menentukan karakter rasa, aroma, body, hingga acidity kopi.
Proses tersebut dimulai setelah buah kopi dipetik dari pohonnya. Perlakuan yang berbeda selama pengolahan dapat menghasilkan karakter kopi yang tidak sama.
Bagi penikmat kopi yang peka terhadap rasa, perbedaan tersebut dapat dirasakan dari hasil seduhan. Setidaknya terdapat empat metode pascapanen yang umum dikenal, yakni natural, washed, honey, serta wet hulled atau giling basah. Berikut prosesnya:
1. Natural Process
Dalam metode natural, buah kopi dikeringkan dalam kondisi masih utuh. Kulit dan daging buah tetap menempel pada biji selama proses pengeringan.
Setelah kadar air mencapai tingkat yang sesuai, buah kopi dikupas untuk mengambil bijinya. Cara ini membuat karakter buah lebih kuat pada kopi yang dihasilkan.
Kopi dengan metode natural umumnya memiliki rasa fruity, winey, serta menyerupai buah beri. Karakternya cenderung kompleks dengan tingkat kemanisan yang kuat.
2. Washed Process
Pada metode washed, kulit dan daging buah kopi terlebih dahulu dibuang. Biji kemudian difermentasi untuk membantu menghilangkan lendir yang masih menempel.
Setelah itu, biji dicuci sampai bersih sebelum dikeringkan. Proses tersebut membuat karakter asal biji kopi lebih mudah terlihat.
Dilansir dari detik.com, Rabu (23/9/2026), kopi washed dikenal memiliki rasa clean, floral, dan bright. Body-nya cenderung ringan hingga sedang, sementara acidity-nya relatif tinggi.
3. Honey Process
Metode honey dilakukan dengan membuang daging buah kopi setelah panen. Namun, sebagian atau seluruh lendir buah tetap dibiarkan menempel pada biji.
Biji kemudian dikeringkan bersama lendir tersebut hingga mencapai kadar air yang sesuai. Jumlah lendir yang tersisa dapat memengaruhi karakter akhir kopi.
Kopi honey umumnya memiliki rasa manis seperti madu yang berpadu dengan karakter fruity. Acidity-nya cenderung lebih ringan dengan body sedang hingga cukup tebal.
4. Wet Hulled atau Giling Basah
Wet hulled atau giling basah merupakan metode yang banyak dikenal dalam pengolahan kopi di Indonesia. Tahapannya berbeda dibandingkan metode natural maupun washed.
Dalam proses tertentu, kulit tanduk atau parchment dilepas saat kadar air biji masih sekitar 30-35 persen. Biji kemudian dikeringkan kembali hingga mencapai kadar air yang sesuai.
Kopi yang dihasilkan melalui metode giling basah kerap memiliki karakter earthy, cedar, spicy, dan chocolatey. Acidity-nya cenderung rendah sehingga menghasilkan rasa kopi yang lebih lembut dan berat. (Detik)
PREVIOUS ARTICLE
Mengenal Roti Sourdough yang Dibuat dengan Fermentasi AlamiBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
BNI Pematangsiantar Membangkang Putusan MA, Rp4,2 Miliar Dana Nasabah Korban Penggelapan Tak Dibayar








































