Friday, October 30, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Geger! Kapal Perang Selam Trimaran China: Bawa 16 Tabung Rudal dan Diduga Beroperasi Tanpa Awak

Mistar.idJumat, 30 Oktober 2026 pukul 09.30 WIB
geger_kapal_perang_selam_trimaran_china_bawa_16_tabung_rudal_dan_diduga_beroperasi_tanpa_awak_

Ilustrasi, sebuah kapal trimaran unik yang sedang menjalani uji coba di Tiongkok dapat dianggap sebagai interpretasi modern dari kapal selam rudal jelajah era Perang Dingin, yang dirancang untuk muncul ke permukaan dan meluncurkan serangkaian rudal berkekuatan besar dari arah yang tidak terduga. (Foto: navalnews)

Jakarta, MISTAR.ID (30/10/2026) — Kabar mengejutkan! China menguji kapal perang jenis baru dengan desain trimaran yang tidak konvensional. Wahana yang sebelumnya disebut sebagai Kapal Persenjataan Semi-Selam ini terdeteksi sedang menjalani uji di Huludao, Laut Bohai.

Citra satelit komersial pada 12 Mei 2026 memperlihatkan wahana tersebut di Pelabuhan Dalian, China utara, setelah dibangun di Galangan Huangpu, Guangzhou, dan dipindahkan ke utara pada awal 2026. Hingga kini belum ada sebutan resmi maupun nama kode Barat untuk kapal ini.

Analisis OSINT menyimpulkan wahana ini merupakan kapal perang yang dapat menyelam (submersible warship), bukan kapal selam sejati, dan menjadi kategori kapal perang yang benar-benar baru. Wahana diduga tanpa awak dan harus muncul ke permukaan untuk meluncurkan senjatanya.

Keberadaan tiang snorkel yang mencolok mengindikasikan kapal tetap menggunakan mesin diesel saat di bawah air. Bentuk lambung trimaran dengan outrigger di buritan dioptimalkan untuk stabilitas di permukaan, penting saat tabung peluncur ditegakkan.

Kapal sepanjang sekitar 65 meter ini memiliki dua hanggar besar di lambung tengah yang menyimpan tabung peluncur secara horizontal dalam formasi melingkar. Saat ini terkonfirmasi minimal 8 tabung, dengan estimasi total 16 hingga 18 tabung jika kedua hanggar identik.

Jenis rudal belum dikonfirmasi. Kandidatnya adalah rudal antikapal atau rudal serangan darat yang diluncurkan dari permukaan, seperti YJ-20 hipersonik yang biasa dipakai kapal penjelajah Tipe 055, dengan perkiraan jangkauan hingga 1.500 kilometer. Namun hal tersebut masih spekulasi berbasis OSINT.

Dr. Rachel Pawling dari K39 Consulting memperkirakan bobot benaman kapal sekitar 900 ton saat menyelam penuh. Menurutnya, hanggar senjata memakan hampir seluruh ruang internal sehingga tidak tersedia ruang untuk awak. Anjungan terbuka di atas sail kemungkinan hanya untuk operator pelabuhan.

Konsepnya mirip kapal selam rudal jelajah Soviet kelas Juliett era Perang Dingin yang harus muncul untuk menembak, namun dengan jumlah senjata lebih banyak dan jaringan penargetan eksternal yang modern.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari media China, dan seluruh pengamatan berasal dari citra satelit komersial.(navalnews.com/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN