Friday, October 30, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Breaking! IHSG Amblas 106 Poin ke 4.992, Infrastruktur Anjlok 5,2%

Mistar.idJumat, 30 Oktober 2026 pukul 10.59 WIB
breaking_ihsg_amblas_106_poin_ke_4992_infrastruktur_anjlok_52_

Ilustrasi IHSG amblas 106 poin ke 4.992. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (30/10/2026) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dalam pada perdagangan Jumat (30/10/2026) pagi. Hingga pukul 09.42 WIB, IHSG berada di level 4.992,03, turun 106,03 poin atau 2,08 persen.

IHSG dibuka melemah di 5.066,94, lebih rendah dari penutupan sebelumnya. Sempat menguat ke level tertinggi harian 5.116,01, penguatan tidak bertahan lama karena tekanan jual mendominasi.

Setelah itu, IHSG turun hampir tanpa jeda. Sempat memantul tipis, indeks kembali tertekan menembus level 5.100, 5.050, hingga akhirnya jebol batas psikologis 5.000. Level terendah harian tercatat di 4.979,34.

Hingga pukul 09.42 WIB, volume transaksi tercatat 156,85 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp3,37 triliun.

Pelemahan dipicu koreksi dalam pada sejumlah sektor. Sektor infrastruktur anjlok 5,2 persen, sektor material dasar amblas 4,4 persen, dan sektor energi turun 3,7 persen.

Saham pemberat IHSG antara lain PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT).

Sementara saham penahan koreksi antara lain PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Apollo Global Interactive Tbk. (APLI), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP).

Sentimen Pasar Hari Ini:

1. BI Tidak Otomatis Ikuti The Fed

Bank Indonesia menegaskan keputusan suku bunga acuan BI Rate pada November 2026 akan bergantung pada perkembangan ekonomi domestik dan global, bukan otomatis mengikuti bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Gubernur BI, Destry Damayanti, menyatakan BI memiliki instrumen untuk merespons tekanan ekonomi, termasuk pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp18.100 per dolar AS.

2. BEI Coret 5 Saham dari Short Selling

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan lima saham dari daftar efek short selling untuk November 2026, yakni BBCA, BUMI, ASII, BRPT, dan INDF.

3. Inflasi PCE AS Naik

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS naik 0,5 persen secara bulanan pada September 2026, tertinggi dalam enam bulan terakhir. Indeks PCE inti naik 0,3 persen. PCE adalah acuan utama inflasi bagi The Fed yang telah bertahan di atas target 2 persen sejak 2021.

4. ECB Tahan Suku Bunga

Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Oktober 2026. Suku bunga operasi pembiayaan utama di level 2,65 persen dan fasilitas simpanan 2,50 persen.

5. Ekonomi AS Melesat 3,4 Persen

Ekonomi AS tumbuh 3,4 persen secara tahunan pada kuartal III-2026, tertinggi dalam setahun terakhir, melampaui ekspektasi 3,2 persen. Pendorongnya adalah investasi domestik swasta yang melonjak 19,4 persen, terutama di sektor kecerdasan buatan (AI).

6. Keputusan Suku Bunga BOJ

Bank sentral Jepang (BOJ) dijadwalkan mengumumkan suku bunga hari ini. Konsensus memperkirakan BOJ menahan suku bunga di 1,25 persen setelah naik dari 1,00 persen pada September.

7. PDB dan Pengangguran Zona Euro

Estimasi awal PDB zona euro dirilis hari ini pukul 17.00 WIB, diperkirakan tumbuh 0,2 persen secara kuartalan, melambat dari 0,6 persen. Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 6,4 persen.(hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN