Barantin Perkuat Integritas SDM untuk Jaga Pengawasan Perdagangan

Kepala Barantin (kanan) dan Kepala BB Karantina Sumut (kiri) saat ditemui wartawan seusai kegiatan. (foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendorong peningkatan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui Workshop Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi.
Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kinerja organisasi, termasuk efektivitas pencapaian tujuan, pengelolaan aset dan keuangan, serta kepatuhan pegawai terhadap peraturan yang berlaku.
Hal itu disampaikannya saat ditemui di Hotel Cambridge Medan seusai kegiatan Workshop SPIP yang diikuti peserta Karantina Regional Sumatra secara hybrid, Rabu (28/10/2026) sore.
“SPIP ini sebenarnya ada beberapa parameter yang akan dicapai dan saya memang dorong kegiatan ini supaya Karantina secara organisasi performanya bagus,” ujarnya kepada wartawan.
Abdul menjelaskan, parameter SPIP meliputi pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien, pengelolaan aset dan keuangan organisasi, serta kepatuhan SDM terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Selain itu, terdapat indikator lain bagi institusi pemerintah, seperti pengelolaan arsip, penilaian kinerja, dan keterbukaan informasi publik.
Menurutnya, seluruh indikator tersebut perlu dipenuhi agar organisasi memperoleh penilaian yang baik. SPIP juga bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, serta ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 60 Tahun 2008.
Abdul menegaskan, tugas karantina adalah menjaga biosekuriti sekaligus memperlancar perdagangan dan ekspor.
“Sepanjang Karantina bisa menjaga dengan baik dan memperlancar ekspor, SOP yang bisa berjalan cepat, mudah, murah karena ini menyangkut tentang pelayanan,” tuturnya.
Ia juga menekankan integritas pegawai sebagai syarat utama dalam memberikan pelayanan. Menurutnya, karantina memiliki potensi besar dalam pengawasan perdagangan serta ekspor-impor.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Karantina Sumatera Utara, Andi PM Yusmanto, mengatakan Workshop SPIP berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Oktober 2026.
“Saya mengajak selurus SDM Karantina Regional Sumatre untuk bisa kita bekerja lebih komitmen lagi kedepannya dalam melaksanakan tugas maupun integrasi kita,” ucapnya. (*)












































