Monday, November 2, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bulog Sumut Serap 97 Persen Target Pengadaan Gabah

Mistar.idSenin, 2 November 2026 pukul 09.48 WIB
bulog_sumut_serap_97_persen_target_pengadaan_gabah

Pemimpin Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara, R. Darma Wijaya, saat melakukan kunjungan ke beberapa RPK dan mitra penyalur di Kota Medan. (Foto: Bulog Sumut)

Medan, MISTAR.ID - Pemimpin Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara, R. Darma Wijaya, mengatakan penyerapan gabah di Sumatera Utara hampir mendekati 70.000 ton atau setara dengan 35.000 ton beras dari target nasional sebesar 4 juta ton.

"Hari ini kami sudah di 34.500, sudah 97 persen. Akan terus kami serap selama harganya masuk. Penyerapan juga tidak ada batas waktu. Kalau memang banyak, tetap kami serap," kata Darma kepada Mistar, Senin (2/11/2026).

Meluruskan pemahaman publik terkait penerapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, Darma menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan acuan negara untuk memastikan petani tetap mendapatkan harga terbaik dan terlindungi dari kemungkinan anjloknya harga.

"Pemerintah mengeluarkan harga Rp6.500 per kilogram karena menjadi acuan bagi pelaku di bidang perberasan. Dengan harga segitu, petani sudah mendapat harga yang terbaik. Kalau ternyata ada yang membeli lebih tinggi, monggo, kita dukung penuh. Tapi tetap ada harga minimum yang harus dijaga negara," ucapnya.

Terkait program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan, Darma mengungkapkan bahwa penyaluran tahap pertama dan kedua telah selesai. Saat ini, Bulog sedang bersiap menyambut pelaksanaan tahap ketiga untuk alokasi Oktober hingga Desember.

"Kalau penugasannya sudah ada dan sudah ditentukan pusat, BNBA (By Name By Address) sudah selesai, nanti langsung kita jalankan. Pada dasarnya, Bulog menunggu perintah dari negara," ujarnya.

Menanggapi isu di luar daerah terkait penyalahgunaan beras SPHP yang dioplos menjadi beras premium, Darma menegaskan bahwa praktik tersebut tidak ditemukan di Sumatera Utara.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung ke beberapa Rumah Pangan Kita (RPK) dan toko mitra distribusi, ia memastikan rantai pasok SPHP di Sumatera Utara aman dan berjalan sesuai ketentuan.

"Kami sudah berkunjung ke beberapa RPK dan toko-toko yang jadi channel distribusi, tidak ada ditemukan penyalahgunaan itu. Di sini, isu tersebut tidak ada," tuturnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN