Dinkes Tapteng Layani 84 Warga Pulau Mursala Lewat Pengobatan Gratis

Petugas kesehatan memberikan pelayanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga Pulau Mursala, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah. (foto: Handover/Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menghadirkan layanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan terpencil. Kali ini, pelayanan melalui UPTD Puskesmas Poriaha menyasar warga Pulau Mursala, Kecamatan Tapian Nauli.
Kegiatan yang bersinergi dengan Babinsa Koramil 05/Kolang tersebut merupakan upaya pemerintah mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan transportasi laut.
Kepala Dinkes Tapteng, Lisnawati Panjaitan, mengatakan kelancaran distribusi tim medis ke Pulau Mursala didukung armada boat ambulance yang telah menjalani pemeliharaan sehingga dapat beroperasi dengan baik di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan.
"Ini merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah dan komitmen Bupati Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi di tengah masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses transportasi laut," ujar Lisnawati Panjaitan, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, boat ambulance menjadi sarana vital untuk mendukung mobilitas tenaga kesehatan sekaligus distribusi logistik medis ke wilayah kepulauan.
Pemeliharaan armada tersebut didukung anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp86 juta agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan dapat berjalan optimal.
Untuk menunjang pelayanan, tim medis membawa berbagai perlengkapan, mulai dari bahan medis habis pakai (BMHP), obat-obatan, vitamin dalam bentuk tablet dan sirup, hingga makanan tambahan berupa roti untuk balita dan telur.
Selain itu, disiapkan pula peralatan pemeriksaan kesehatan, seperti alat pengukur tekanan darah, timbangan, termometer, pengukur tinggi badan, serta perangkat pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mengetahui kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Lisnawati menuturkan, masyarakat Pulau Mursala antusias memanfaatkan pelayanan tersebut. Tercatat sebanyak 84 warga mendatangi lokasi pemeriksaan yang dipusatkan di rumah Kepala Dusun VII Sitahan Barat.
Berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin, warga yang mendapatkan pelayanan terdiri atas 27 laki-laki dewasa, 36 perempuan dewasa, serta 21 bayi dan anak-anak.
Dari hasil pemeriksaan, tim medis juga menemukan sejumlah keluhan dan diagnosis penyakit. Sebagian pasien diketahui mengalami lebih dari satu jenis keluhan atau diagnosis.
Adapun kasus yang ditangani meliputi dispepsia atau gangguan pencernaan sebanyak 37 kasus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) 25 kasus, hipertensi 15 kasus, gout arthritis atau radang sendi akibat asam urat empat kasus, serta myalgia atau nyeri otot tiga kasus.
"Melalui layanan ini, masyarakat yang selama ini tinggal di pulau diharapkan dapat mendeteksi risiko kesehatan sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala," ucapnya.
Lisnawati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Poriaha yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Tim terdiri atas Kepala UPTD, Kepala Tata Usaha (KTU), dokter umum, dokter gigi, bidan, tenaga penyuluh gizi, tenaga kesehatan masyarakat (SKM), tenaga kesehatan lingkungan, serta petugas keamanan. Pelaksanaan kegiatan turut dibantu dua personel Babinsa Koramil 05/Kolang.
Sebagai upaya jangka panjang untuk mengatasi kendala geografis, Dinkes Tapteng telah mengusulkan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Pulau Mursala pada Tahun Anggaran 2027.
"Usulan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bupati Masinton Pasaribu agar Dinkes harus mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah kepulauan," tuturnya.
Menurut Lisnawati, pembangunan Pustu di Pulau Mursala menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar, terutama dalam aspek promotif dan preventif.
Ia menambahkan, Dinkes Tapteng akan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, merata, dan berkeadilan guna meningkatkan derajat kesehatan seluruh masyarakat.
"Ke depan, masyarakat tidak perlu lagi terkendala jarak dan transportasi laut yang jauh untuk mendapatkan pelayanan medis rutin," pungkasnya. (*)











































