BRIN dan Pemkab Tapteng Susun Strategi Pemulihan Ekonomi UMKM Terdampak Bencana

Kepala Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas BRIN, Suci Wulandari, bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tapteng, Erman Syahrin Lubis, saat mengikuti FGD terkait strategi pemulihan ekonomi UMKM terdampak bencana. (Foto: Feliks/Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) untuk merancang strategi percepatan pemulihan ekonomi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak bencana.
FGD sekaligus penelitian bertajuk “Desain Strategi Percepatan Pemulihan Ekonomi untuk UMKM Terdampak” itu berlangsung di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tapteng, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut koordinasi teknis penelitian mengenai tata kelola pemerintahan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Fokusnya adalah memetakan kondisi riil pelaku UMKM yang terdampak bencana alam.
Kepala Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas BRIN, Suci Wulandari, mengapresiasi Pemkab Tapteng yang telah menerima dan memfasilitasi tim peneliti.
“BRIN sangat mengapresiasi berbagai langkah responsif penanganan bencana yang telah dijalankan Pemkab Tapteng dan siap memberikan dukungan penuh dalam pemulihan ekonomi UMKM,” ujarnya.
Suci menilai strategi pemulihan ekonomi UMKM perlu disusun secara terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan, terutama bagi daerah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha, rantai pasok, distribusi barang, akses pasar, serta daya beli masyarakat.
“Karena itu, pemulihan ekonomi UMKM harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” katanya.
Dalam paparannya, Suci menjelaskan bahwa penelitian tersebut memiliki empat sasaran utama.
Pertama, mengidentifikasi kerentanan melalui pemetaan kondisi awal, tingkat kerusakan, dan kerentanan UMKM berdasarkan karakteristik serta bidang usahanya.
Kedua, mengidentifikasi kebutuhan pemulihan usaha, mulai dari modal, aset, kegiatan produksi, dan rantai pasok hingga keberlanjutan usaha, termasuk sektor agribisnis.
Ketiga, mengevaluasi intervensi dengan mengidentifikasi bentuk dukungan dan bantuan yang telah disalurkan pemerintah maupun para pemangku kepentingan.
Keempat, mengkaji tata kelola dan sinergi lintas sektor, termasuk pembagian tanggung jawab serta koordinasi antarperangkat daerah untuk memperkuat ketahanan UMKM.
“Hasil akhir riset ini diproyeksikan menjadi rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah daerah. Rekomendasi itu mencakup kemudahan akses pembiayaan, bantuan peralatan kerja, perbaikan infrastruktur penunjang ekonomi, penguatan digitalisasi pemasaran, serta perluasan akses pasar,” ucapnya.
Suci menambahkan, melalui kolaborasi tersebut, BRIN optimistis dapat menghasilkan rekomendasi konkret berbasis data akurat atau evidence-based policy. Dengan demikian, Pemkab Tapteng diharapkan dapat menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.
“UMKM memegang peranan penting sebagai tulang punggung ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, dan sumber utama penghidupan keluarga,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tapteng, Erman Syahrin Lubis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRIN atas perhatian serta dukungan melalui penelitian berbasis ilmiah tersebut.
Ia menjelaskan, bencana alam telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan koperasi yang menggantungkan pendapatan harian dari kegiatan usaha.
“Sejumlah wilayah di Kabupaten Tapteng, seperti Kecamatan Tukka, Badiri, Sitahuis, Barus, dan Pandan, mengalami dampak serius yang mengganggu stabilitas perekonomian warga,” ujarnya.
Erman menyebut dampak bencana meliputi kerusakan peralatan usaha, rusaknya persediaan barang dagangan, hingga terhentinya aktivitas operasional di sejumlah lokasi terdampak.
Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM harus berjuang mempertahankan pendapatan, memenuhi kebutuhan modal, dan memulai kembali kegiatan usaha mereka.
Ia menegaskan, Pemkab Tapteng terus berupaya menangani dampak bencana. Pemulihan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan koperasi terdampak, menjadi salah satu prioritas yang membutuhkan perhatian bersama.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BRIN yang telah hadir untuk membantu mengkaji dan merumuskan strategi pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak,” katanya.
Erman berharap hasil penelitian tersebut dapat menghasilkan langkah pemulihan yang tepat sasaran, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan.











































