Thursday, October 29, 2026
home_banner_first
SUMUT

Banjir Bandang Terjang Silinda Sergai, 21 Rumah Terdampak dan Sejumlah Jembatan Rusak

Mistar.idKamis, 29 Oktober 2026 pukul 21.35 WIB
banjir_bandang_terjang_silinda_sergai_21_rumah_terdampak_dan_sejumlah_jembatan_rusak

Rumah warga yang rusak diterjang banjir bandang di Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai. (Foto: Dok. BPBD Sergai/Mistar)

Sergai, MISTAR.ID – Sebanyak 21 rumah di Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), terdampak banjir bandang akibat air bah kiriman dari kawasan pegunungan pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Selain merendam rumah warga, banjir bandang juga menghanyutkan besi pagar pengaman di sisi kanan dan kiri jembatan yang menjadi akses utama menuju Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di Dusun II, Desa Kulasar. Bencana tersebut turut menyebabkan erosi di pinggir sungai sepanjang sekitar 25 meter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai, Rico Ebtian, mengatakan banjir yang melanda Kecamatan Silinda merupakan banjir kiriman dari kawasan pegunungan.

Menurutnya, sebanyak 17 rumah di Dusun II, Desa Kulasar, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Sementara itu, empat rumah lainnya dilaporkan mengalami kerusakan parah.

“Kerugian berupa perlengkapan rumah tangga yang terendam banjir. Warga diungsikan ke Gereja GKPS Kulasar. Korban jiwa nihil. Jumlah total sementara ada 21 rumah terdampak banjir,” ungkap Rico kepada MISTAR, Kamis (29/10/2026).

Lebih lanjut, Rico menjelaskan BPBD Sergai juga mencatat kerusakan akibat banjir bandang di sejumlah titik lain, yakni Desa Pamah, Desa Sungai Buaya, Desa Tapak Meriah, dan Desa Tarean.

Di Dusun II, Desa Pamah, jembatan Batu Logang yang menjadi akses utama menuju Deli Serdang mengalami kerusakan berat. Besi pagar pengaman jembatan hanyut terbawa arus sehingga jalur tersebut tidak dapat dilalui.

Selain itu, akses menuju ladang masyarakat Desa Pamah turut terdampak. Banjir juga merusak lahan pertanian jagung dan pisang seluas sekitar dua hektare serta menyebabkan erosi di pinggir sungai sepanjang kurang lebih 50 meter.

“Untuk sementara, kami telah mencatat kerusakan di Dusun II, Desa Pamah. Jembatan Batu Logang rusak berat, besi pagar penyangga hanyut dan tidak bisa dilewati,” ujarnya.

Sementara itu, di Dusun III, Desa Sungai Buaya, lahan persawahan seluas sekitar satu hektare terdampak banjir dan terindikasi terancam gagal panen.

Di Dusun V, Desa Tapak Meriah, jembatan Ardipas mengalami kerusakan setelah penyangga di sisi kanan dan kiri hanyut terbawa arus. Tumpukan sampah juga ditemukan di sekitar jembatan.

Adapun di Dusun VI Torus Buaya, Desa Tarean, terdapat dua titik longsor yang menutup jalan desa penghubung menuju permukiman warga di dusun tersebut.

Rico menegaskan, tim BPBD Sergai masih melakukan pendataan terhadap seluruh kerusakan akibat banjir bandang. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama saat hujan deras.

“Saat ini Tim BPBD Sergai masih terus mendata semua kerusakan yang diakibatkan banjir bandang dan mengimbau warga agar waspada menghadapi banjir susulan,” tandasnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN