Terharu! Anjar Kembali Sekolah Setelah Hampir Setahun Putus Pendidikan

Anjar (beragam sekolah) didampingi kedua orangnya. (foto: sembiring/ mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID (3/11/2026) – Kebahagiaan terpancar dari wajah Anjar. Remaja asal Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, yang hampir setahun terpaksa berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga, akhirnya kembali mengenyam pendidikan.
Mulai Selasa (3/11/2026), Anjar kembali mengenakan seragam sekolah dan mengikuti kegiatan belajar di kelas VIII SMP Negeri 1 Desa Jaharun A, Kecamatan Galang.
Kembalinya Anjar ke bangku sekolah tidak terlepas dari pertemuannya dengan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, saat meninjau warga yang terdampak erosi di Desa Bandar Kuala.
Dalam kesempatan tersebut, Anjar memberanikan diri menyampaikan keinginannya untuk kembali bersekolah. Ia mengaku terakhir mengikuti kegiatan belajar pada Desember tahun lalu karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan.
Keadaan keluarga Anjar semakin sulit setelah rumah mereka turut terdampak erosi akibat tergerus aliran Sungai Ular. Bagian belakang rumah mengalami kerusakan sehingga menambah beban ekonomi keluarga.
Mendengar keinginan tersebut, Bupati Asri Ludin Tambunan langsung memberikan bantuan biaya pendidikan dan perlengkapan sekolah. Bantuan itu meliputi buku, alat tulis, sepatu, serta berbagai kebutuhan lainnya agar Anjar dapat kembali mengikuti pendidikan.
"Saya sangat senang sekali bisa bersekolah lagi dan mendapatkan teman-teman yang banyak. Terima kasih kepada Bapak Bupati Deli Serdang. Semoga panjang umur, sehat selalu, dan murah rezeki," ungkap Anjar dengan gembira, Selasa (3/11/2026).
Meski sempat tertinggal dalam pendidikan, Anjar mengaku tetap memiliki cita-cita besar. Ia ingin menjadi seorang tentara dan berharap dapat meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Kebahagiaan juga dirasakan ibunya, Anita Nasution. Ia mengaku terharu karena perhatian yang diberikan Bupati tidak hanya menyangkut kondisi rumah mereka yang terdampak erosi, tetapi juga masa depan pendidikan anaknya.
"Terakhir Anjar sekolah itu kelas VII. Karena faktor ekonomi, dia terpaksa berhenti. Saya sangat senang dan terharu anak saya sekarang bisa kembali sekolah. Semua kebutuhan sekolahnya sudah dibantu, mulai dari buku, pulpen, sepatu, dan lainnya," tutur Anita.
Anita berharap kesempatan kedua yang diperoleh anaknya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan pendidikan dan meraih cita-cita.
"Semoga dengan kembalinya Anjar ke sekolah bisa menjadi anak yang sukses dan bisa mewujudkan cita-citanya. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah mewujudkan harapan Anjar kembali ke sekolah lagi," tutupnya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Pemerintah Prioritaskan Sekolah Rakyat di Wilayah 3T




































