Tuesday, November 3, 2026
home_banner_first
SUMUT

Normalisasi Sungai Kubah Gambus Laut Segera Dilakukan, Cegah Banjir di Tiga Desa Batu Bara

Mistar.idSelasa, 3 November 2026 pukul 16.04 WIB
normalisasi_sungai_kubah_gambus_laut_segera_dilakukan_cegah_banjir_di_tiga_desa_batu_bara

Rapat di Kantor Camat Lima Puluh Pesisir membahas rencana pembangunan cofferdam di Sungai Dalu-Dalu. (Foto: Pemerintah Kecamatan Lima Puluh Pesisir/Mistar)

Batu Bara, MISTAR.ID – Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Utara akan segera melakukan normalisasi Sungai Kubah Gambus Laut untuk mencegah banjir yang berpotensi melanda tiga desa di Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara.

Camat Lima Puluh Pesisir, Sabri, menjelaskan hal tersebut setelah menggelar rapat terkait rencana pembangunan bendung pengelak (cofferdam) di Sungai Dalu-Dalu, Selasa (3/11/2026).

Sabri mengatakan, saat ini sedang berlangsung pembangunan proyek Bendungan Cinta Maju di Sungai Dalu-Dalu, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara.

Untuk mendukung pelaksanaan pembangunan tersebut, pihak pelaksana menyampaikan bahwa aliran Sungai Dalu-Dalu harus ditutup sementara dan airnya dialihkan ke sungai lain, termasuk Sungai Gambus.

"Masalahnya, pengalihan air ke Sungai Gambus akan mengakibatkan peningkatan debit air dan berpotensi menyebabkan banjir di Desa Gambus Laut, bahkan hingga Desa Perupuk dan Desa Lubuk Cuik," ujar Sabri.

Terkait hal itu, Dinas PSDA Sumut bersama pihak pelaksana pembangunan merencanakan kembali pembangunan cofferdam Sungai Dalu-Dalu agar proyek Bendungan Cinta Maju dapat dilanjutkan.

"Masalahnya, masyarakat keberatan dengan penutupan aliran Sungai Dalu-Dalu karena hal itu dikhawatirkan akan menyebabkan Sungai Gambus meluap," ungkap Sabri.

Dalam rapat tersebut akhirnya disepakati bahwa Dinas PSDA Sumut terlebih dahulu akan melakukan normalisasi Sungai Kubah Gambus Laut.

Setelah normalisasi selesai, aliran air diharapkan dapat mengalir lebih lancar menuju laut sehingga tidak meluap dan merendam permukiman maupun lahan pertanian masyarakat.

"Jadi, pelaksana pembangunan, PT Razasa Karya, baru akan melakukan penutupan aliran Sungai Dalu-Dalu setelah pengerjaan normalisasi Sungai Kubah Gambus Laut selesai," ujar Sabri.

Meski demikian, masyarakat dari ketiga desa tersebut mengaku masih khawatir banjir akan kembali merendam permukiman dan lahan pertanian mereka meskipun Sungai Kubah Gambus Laut telah dinormalisasi.

"Terlebih saat ini sedang musim hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi sehingga berpotensi kembali merendam desa kami," keluh seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Sebelumnya, penutupan aliran Sungai Dalu-Dalu secara sepihak disebut pernah dilakukan oleh pihak pelaksana pembangunan sekitar dua bulan lalu tanpa berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Akibat pengalihan aliran tersebut, air Sungai Gambus meluap hingga masuk ke Sungai Kubah Gambus Laut. Kondisi itu menyebabkan air melimpah dan merendam ratusan rumah warga serta ratusan hektare lahan pertanian.

Menyikapi banjir tersebut, masyarakat Desa Gambus Laut nekat membuka bendungan yang menutup aliran Sungai Gambus Laut. Akibat pembukaan bendungan itu, pelaksanaan pembangunan terhenti. Bahkan, material yang telah terpasang hanyut terbawa arus air.

TAGS


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN