Tuesday, November 3, 2026
home_banner_first
ADVERTORIAL

Bupati Samosir Dorong Percepatan Pembangunan SMA Plus Santo Mikael, Siswa Baru Ditargetkan 2027

Mistar.idSelasa, 3 November 2026 pukul 16.07 WIB
bupati_samosir_dorong_percepatan_pembangunan_sma_plus_santo_mikael_siswa_baru_ditargetkan_2027

Bupati Samosir Vandiko Gultom melakukan kunjungan balasan ke Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar. (Foto: Diskominfo Samosir)

Samosir, MISTAR.ID – SMA Plus Berasrama Santo Mikael Pangururan menargetkan mulai menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2027. Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar berkomitmen mempercepat pembangunan sekolah unggulan tersebut dengan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir.

Mengusung motto Educating Compassionate Future Leaders for God, Humanity and the Integrity of Creation, sekolah tersebut akan memprioritaskan putra-putri Samosir, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan balasan Bupati Samosir, Vandiko Gultom, ke Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, Senin (2/11/2026).

Bupati Samosir Vandiko Gultom melakukan kunjungan balasan ke Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar. (Foto: Diskominfo Samosir)

Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, Pastor Fridolinus Simanjorang, menyambut baik kunjungan Bupati Samosir tersebut. Menurutnya, kunjungan itu menjadi dorongan bagi yayasan untuk mempercepat rencana pembangunan yang telah dibahas bersama Pemkab Samosir.

"Kunjungan ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kami untuk semakin mempercepat program yang sudah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Samosir,” ujar Pastor Fridolinus.

Ia menyampaikan bahwa dengan dukungan penuh dari Uskup Agung Medan, yayasan akan segera memulai tahapan pembangunan pada tahun ini dan membuka penerimaan peserta didik baru pada tahun ajaran 2027.

Pastor Fridolinus menjelaskan, pada tahap awal, kegiatan pembelajaran akan memanfaatkan lokasi SMA Santo Mikael yang sudah ada. Sementara itu, pembangunan kompleks SMA Plus beserta asrama akan dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael Pangururan diproyeksikan membutuhkan investasi jangka panjang sekitar Rp41 miliar yang akan dilaksanakan dalam empat fase pengembangan.

Selain gedung sekolah, kompleks pendidikan tersebut akan dilengkapi dengan asrama putra dan putri, aula, lapangan sepak bola, lapangan basket, kolam renang, taman siswa, rumah kaca (greenhouse), lahan pertanian, area parkir, gapura, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Kompleks pendidikan tersebut direncanakan berdiri di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, berdekatan dengan Puskesmas Buhit, di atas lahan seluas sekitar 3,2 hektare.

Konsep pendidikan yang diterapkan tidak hanya menitikberatkan pada pembentukan karakter dan kemampuan akademik, tetapi juga menjadikan kekayaan budaya Batak sebagai bagian penting dalam pembentukan identitas peserta didik. Pendalaman budaya lokal akan dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Bupati Samosir, Vandiko Gultom, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemkab Samosir dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, iman, kepemimpinan, disiplin, serta kecakapan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan budaya digital.

"SMA unggulan ini sudah lama kami idam-idamkan dan cita-citakan. Kehadiran kami hari ini menunjukkan keseriusan untuk mengupayakan agar SMA Plus hadir di Samosir," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Samosir sebelumnya telah berupaya mendorong kehadiran sekolah unggulan melalui pemerintah di tingkat yang lebih tinggi. Karena itu, kesediaan Yayasan Santo Yoseph untuk membangun SMA Plus di Samosir disambut sebagai peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

"Kami siap bersinergi agar SMA Plus ini segera terbangun di Samosir. Kami sangat senang dan siap mendukung,” kata Vandiko.

Bupati Samosir Vandiko Gultom foto bersama dengan pengurus Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar. (Foto: Diskominfo Samosir)

Vandiko menyatakan, hasil pembahasan bersama yayasan akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan anggaran tahun 2027. Pemkab Samosir juga akan berupaya mengakomodasi dukungan sesuai kebutuhan dan kewenangan pemerintah daerah.

Dukungan tersebut mencakup pembangunan dan pembukaan akses jalan menuju lokasi, pematangan lahan dengan menggunakan alat berat, fasilitasi perizinan termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta koordinasi terkait dukungan jaringan listrik.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin mendukung pembangunan ini. Untuk urusan jalan, kami akan dukung. Alat berat juga akan kita siapkan, termasuk untuk pematangan lahan dan membantu mobilisasi kebutuhan pembangunan asrama. Perizinan juga akan kami dukung,” tegas Vandiko.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Samosir, Rudimanto Limbong, menjelaskan bahwa sebagian akses jalan menuju lokasi sekolah saat ini sudah mulai ditangani.

Ia menyebutkan, sebagian ruas jalan menuju lokasi telah dirabat beton. Ke depan, pembukaan dan peningkatan akses jalan akan terus didukung dengan lebar sekitar 6–7 meter untuk mempermudah mobilisasi kebutuhan pembangunan.

"Tahun depan sudah masuk dalam perencanaan pembukaan jalan menuju sekolah. Untuk tahun ini, kami akan membantu secara bertahap melalui sirtunisasi untuk mendukung mobilisasi pembangunan,” jelasnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN