Apel atau Anggur, Mana yang Lebih Baik untuk Mengontrol Gula Darah?

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)
Medan, MISTAR.ID - Apel dan anggur merupakan buah yang mengandung gula alami. Namun, keduanya memiliki pengaruh berbeda terhadap peningkatan kadar gula darah, terutama jika dilihat dari kandungan serat dan indeks glikemiknya.
Apel dinilai memiliki sedikit keunggulan dalam membantu mengelola gula darah karena mengandung lebih banyak serat dibandingkan anggur.
Mengutip Health, indeks glikemik (GI) merupakan ukuran yang mengelompokkan makanan berkarbohidrat berdasarkan seberapa cepat makanan tersebut meningkatkan kadar gula darah.
Makanan dengan indeks glikemik rendah umumnya menyebabkan kenaikan gula darah lebih lambat dibandingkan makanan dengan indeks glikemik tinggi.
Apel memiliki indeks glikemik sekitar 36 hingga 40. Sementara itu, anggur berada pada kisaran 43 hingga 53, bergantung pada varietasnya.
Meski memiliki perbedaan, kedua buah tersebut termasuk dalam kategori indeks glikemik rendah hingga sedang. Nilainya juga jauh lebih rendah dibandingkan makanan seperti roti putih, permen, dan minuman manis.
Perbedaan lainnya terletak pada tekstur dan kandungan serat. Apel memiliki tekstur lebih keras sehingga membutuhkan lebih banyak pengunyahan. Buah ini juga mengandung serat lebih tinggi dibandingkan anggur.
Satu buah apel berukuran sedang mengandung sekitar 4 gram serat, sedangkan satu cangkir anggur hanya menyediakan sekitar 1,5 gram serat.
Apel juga mengandung pektin, yakni jenis serat larut yang membentuk zat seperti gel di saluran pencernaan. Selain mendukung kesehatan pencernaan, pektin telah diteliti terkait potensinya dalam membantu mengontrol gula darah dan menjaga kesehatan jantung.
Meski demikian, anggur juga memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat, termasuk vitamin K dan kalium. Buah ini mengandung polifenol, yaitu senyawa alami tumbuhan yang membantu melindungi sel dari peradangan.
Beberapa jenis polifenol, seperti resveratrol dan antosianin, juga telah diteliti karena potensinya dalam mendukung pengaturan gula darah. Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut.
Cara mengonsumsi buah turut memengaruhi respons gula darah. Mengonsumsi apel dan anggur dalam bentuk utuh dapat mempertahankan kandungan seratnya. Sebaliknya, jus buah umumnya mengandung lebih sedikit serat sehingga gula alami lebih cepat diserap tubuh.
Dengan demikian, apel mungkin memiliki sedikit keunggulan dibandingkan anggur dalam membantu pengelolaan gula darah. Meski begitu, ukuran porsi, pola makan secara keseluruhan, serta jenis makanan yang dikonsumsi bersama buah juga berpengaruh terhadap kadar gula darah. (hm25/antara)











































