Google Nonaktifkan Fitur AI Secara Default untuk Akun Pelajar SD hingga SMA

Google. (Foto: Viva Digital)
Jakarta, MISTAR.ID – Google mengubah kebijakan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada akun pelajar tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SMA). Perusahaan teknologi tersebut akan menonaktifkan berbagai fitur AI secara default sampai administrator sekolah memberikan izin untuk mengaktifkannya.
Kebijakan ini mencakup sejumlah layanan Google, seperti Gemini, Gemini Notebook, Gemini di Google Classroom, hingga fitur AI pada Google Search.
Google menyatakan kebijakan baru tersebut akan diterapkan secara global. Amerika Serikat menjadi negara pertama yang menjalankannya, meski perusahaan belum mengumumkan jadwal penerapan di negara lain.
Dikutip dari AFP, Jumat (6/11/2026), perubahan ini dilakukan setelah Google mendapat kritik karena dinilai terlalu agresif menghadirkan fitur AI kepada siswa. Kebijakan tersebut juga muncul di tengah perdebatan mengenai etika dan aturan penggunaan teknologi kecerdasan buatan di lingkungan sekolah.
Google memiliki pengaruh besar dalam ekosistem pendidikan di Amerika Serikat. Berbagai layanan seperti Gmail, Google Docs, dan Google Classroom telah banyak digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, Chromebook menjadi salah satu perangkat yang paling banyak dibagikan sekolah kepada siswa.
Dominasi tersebut turut menjadi perhatian sejumlah pihak. Lebih dari 150 juta pelajar di seluruh dunia tercatat menggunakan Google Classroom.
Bulan lalu, Senator Amerika Serikat Richard Blumenthal dan Josh Hawley mengirimkan surat kepada Google untuk mempertanyakan keputusan perusahaan yang menjadikan fitur AI sebagai pengaturan bawaan pada perangkat sekolah.
Kritik juga disampaikan Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, melalui akun media sosial X. Ia menilai Google memanfaatkan posisi monopolinya untuk mendorong penggunaan AI di sekolah umum.
"Tidak ada perusahaan yang memiliki kekuatan untuk mendikte bagaimana kita mengajar anak-anak kita," tulis Mamdani.
Akses Google Search dan Fitur AI Terhubung
Penerapan kebijakan baru ini memiliki konsekuensi terhadap akses pencarian informasi bagi siswa. Google menyatakan sekolah tidak bisa memberikan akses Google Search tanpa menyertakan fitur AI di dalamnya.
Wakil Presiden Google untuk Pendidikan, Chris Phillips, menjelaskan kepada The New York Times bahwa mesin pencari dan teknologi AI kini telah terintegrasi secara mendalam.
"Search dan AI terintegrasi secara mendalam," kata Phillips.
Ia menjelaskan, sekolah yang melarang penggunaan AI juga akan membuat siswa kehilangan akses ke layanan pencarian Google. Sebagai gantinya, siswa akan melihat pemberitahuan bahwa fitur tersebut tidak tersedia berdasarkan pengaturan sekolah.
Sebelumnya, pada Agustus lalu, Google membuka akses chatbot Gemini di dalam Google Classroom untuk siswa dari berbagai jenjang usia.
Melalui fitur tersebut, siswa dapat menggunakan panduan awal yang disesuaikan dengan kelas dan tugas masing-masing. Gemini juga menyediakan bantuan belajar, panduan materi, kuis latihan, hingga kartu kilat (flashcards) yang dibuat secara otomatis berdasarkan materi pelajaran.
Saat pertama kali diperkenalkan, fitur tersebut langsung aktif secara default bagi sekolah yang sebelumnya telah mengaktifkan Gemini. (afp)











































