Friday, November 6, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Operasi Bokong di Turki, Denada Akui BBL Jadi Prosedur Paling Berat

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 15.47 WIB
operasi_bokong_di_turki_denada_akui_bbl_jadi_prosedur_paling_berat_

Denada. (foto: detik/mistar)

Jakarta, MISTAR.ID - Penyanyi Denada Tambunan mengungkapkan pengalaman menjalani operasi plastik di Turki. Prosedur Brazilian Butt Lift (BBL) yang dilakukan pada bagian bokong dan pinggul tersebut ternyata membutuhkan masa pemulihan yang tidak mudah.

Denada bahkan menyebut operasi kali ini sebagai prosedur kecantikan paling berat yang pernah dijalaninya. Rasa tidak nyaman selama pemulihan jauh berbeda dibandingkan pengalaman operasi plastik sebelumnya.

Hal itu disampaikannya saat menjadi bintang tamu di salah satu stasiun tv nasional, Jumat (6/11/2026). "Jujur ini adalah prosedur operasi plastik yang terberat, tersakit," kata Denada.

Ia menjelaskan, sebelumnya pernah menjalani sejumlah prosedur kecantikan, mulai dari operasi hidung, pembesaran payudara atau breast augmentation, hingga facelift. Namun, menurutnya, operasi BBL memberikan tantangan pemulihan yang lebih besar.

Denada menegaskan bahwa ketidaknyamanan yang dirasakan bukan semata-mata karena rasa sakit, melainkan banyaknya keterbatasan aktivitas yang harus dijalani setelah operasi. "Ini adalah yang paling tidak nyaman. Bukan sakit, tapi paling tidak nyaman," tuturnya.

Selama masa pemulihan, Denada harus mengikuti sejumlah aturan ketat. Salah satunya, ia tidak diperbolehkan tidur dalam posisi telentang maupun duduk selama dua bulan.

Selain membatasi posisi tubuh, ia juga diwajibkan terus menggunakan korset sesuai arahan pemulihan setelah operasi. "Sampai sekarang selama dua bulan aku nggak boleh tidur telentang, nggak boleh duduk selama dua bulan, aku harus pakai korset terus," ungkapnya.

Berbagai pantangan tersebut membuat proses pemulihan BBL terasa lebih merepotkan dibandingkan tindakan operasi plastik yang pernah dilakukannya.

Denada mengaku harus benar-benar menjaga aktivitas dan mengikuti aturan selama masa penyembuhan agar hasil operasi tetap sesuai harapan. "Terus aku benar-benar mesti banyak banget pantangannya, dan rasanya juga tidak senyaman oplas-oplas aku yang pernah aku lakukan sebelumnya," bebernya.

Meski harus melewati proses pemulihan yang cukup berat, Denada memastikan dirinya tidak menyesali keputusan menjalani operasi tersebut.

Ia justru merasa bahagia dengan hasil yang diperoleh. Baginya, banyaknya pantangan selama pemulihan merupakan konsekuensi yang harus dijalani setelah memilih prosedur tersebut.

"Tapi kalau dibilang nyesel, gak. Karena aku happy dengan hasilnya. Cuma memang dibandingin dengan prosedur yang lain, ini yang menurut aku lebih banyak pantangannya," pungkasnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN