Friday, November 6, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Terseret Skandal Ueno Bank, Presiden Paraguay Santiago Pena Terancam Dimakzulkan

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 09.41 WIB
terseret_skandal_ueno_bank_presiden_paraguay_santiago_pena_terancam_dimakzulkan

Seorang demonstran memegang uang dolar AS tiruan bergambar Presiden Paraguay Santiago Pena saat menggelar aksi protes terhadap pemerintah dan Ueno Bank di Asuncion, Paraguay, Rabu (4/11/2026). Bank Sentral Paraguay mengambil alih penanganan Ueno Bank di tengah krisis solvabilitas yang melanda lembaga keuangan tersebut. (foto: Jorge Saenz/AP)

Asuncion, MISTAR.ID - Presiden Paraguay Santiago Pena menghadapi tekanan politik dan hukum setelah terseret dalam skandal krisis keuangan Ueno Bank. Kasus tersebut memicu penyelidikan pidana hingga proses pemakzulan di Kongres Paraguay.

Krisis bermula setelah Bank Sentral Paraguay mengambil alih penanganan Ueno Bank pada Selasa (3/11/2026). Langkah tersebut dilakukan menyusul temuan pelanggaran batas pemberian pinjaman kepada perusahaan yang memiliki hubungan dengan bank.

Situasi semakin memburuk setelah Bank Sentral menemukan rasio solvabilitas Ueno Bank turun di bawah 50 persen dari batas minimum yang diwajibkan. Penyesuaian terhadap laporan keuangan selama proses penyehatan disebut menjadi salah satu penyebab kondisi tersebut.

Ueno Bank diketahui memiliki sekitar 2,9 juta nasabah di negara berpenduduk 6,1 juta jiwa. Penutupan operasional bank membuat jutaan nasabah tidak dapat mengakses simpanan mereka, sehingga memicu antrean panjang di sejumlah bank dan aksi protes masyarakat.

Nama Presiden Santiago Pena ikut terseret karena bank tersebut memiliki hubungan bisnis dengannya. Selama pemerintahan Pena, Ueno Bank juga menerima dana dalam jumlah besar dari sejumlah lembaga publik, termasuk Institut Jaminan Sosial (IPS) yang mengelola dana pensiun sebagian besar pekerja di Paraguay.

Jaksa Agung Emiliano Rolon Fernandez telah memerintahkan pembukaan tiga penyelidikan pidana. Kasus tersebut mencakup pengawasan dan penanganan Ueno Bank, penempatan dana publik di lembaga keuangan tersebut, serta tindakan sejumlah pejabat dari berbagai institusi negara.

Di tengah tekanan yang meningkat, Pena mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (5/11/2026). Ia menyatakan keputusan tersebut diambil demi menjaga stabilitas negara, perdamaian sosial, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

"Saya telah mengambil keputusan untuk mengajukan pengunduran diri dari jabatan Presiden Republik. Keputusan ini saya ambil dengan mempertimbangkan stabilitas negara, perdamaian sosial, serta kebutuhan untuk menjaga lembaga-lembaga publik kita," kata Pena melalui pernyataan di media sosial, seperti dikutip CNN.

Namun, pengumuman tersebut tidak serta-merta menghentikan proses pemakzulan. Saat Pena menyampaikan pengunduran dirinya, Kongres tengah membahas tuduhan yang diajukan oleh 35 anggota parlemen oposisi dan sejumlah anggota partai pemerintah yang berbeda pandangan.

Mereka menuding Pena melakukan kelalaian serius dan sistematis dalam menjalankan tugasnya terkait persoalan Ueno Bank.

Tidak lama setelah pengumuman tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay secara bulat menyetujui dimulainya proses pemakzulan. Senat kemudian mengumumkan akan menggelar persidangan untuk menentukan nasib politik sang presiden.

Kedua kamar Kongres sempat menggelar sidang gabungan untuk membahas pengunduran diri Pena. Namun, rapat tersebut ditunda tanpa keputusan setelah sejumlah anggota parlemen meninggalkan ruangan saat pemungutan suara berlangsung.

Persoalan ini menjadi penting karena terdapat perbedaan konsekuensi hukum antara pengunduran diri dan pemakzulan. Jika pengunduran dirinya diterima, Pena berpotensi memperoleh kekebalan hukum dan perlindungan khusus. Sebaliknya, jika dicopot melalui proses pemakzulan, perlindungan tersebut tidak berlaku.

Sejumlah anggota parlemen yang menentangnya menegaskan bahwa Pena masih berstatus presiden dan harus mempertanggungjawabkan dugaan pelanggaran yang dituduhkan kepadanya.

Sidang pemakzulan di Senat dimulai pada Kamis malam dan diperkirakan berlanjut pada Jumat. Pena sendiri menyatakan siap menghadiri persidangan untuk membela diri.

"Saya akan melakukannya dengan argumen dan bukti, serta tetap menghormati Konstitusi dan lembaga-lembaga Republik," ujarnya.

Senator Yolanda Paredes bahkan mendesak agar Pena segera ditangkap dan ditahan sebelum persidangan.

"Santiago Pena harus dipenjara. Surat perintah penangkapan harus segera diterbitkan," kata Paredes kepada wartawan.

Meski menghadapi tekanan tersebut, Pena masih mendapat dukungan dari Partai Colorado yang berhaluan kanan. Partai tersebut menguasai mayoritas kursi di kedua kamar Kongres.

Kantor Kepresidenan juga memastikan Pena akan menghadiri persidangan. Seorang juru bicara membantah kabar bahwa sang presiden telah meninggalkan Paraguay dan menyatakan bahwa ia masih berada di ibu kota, meski tidak mengungkapkan lokasi persisnya.

Rekam jejak Pena dan Hubungan dengan Amerika Serikat

Pena mulai menjabat sebagai Presiden Paraguay pada Agustus 2023 untuk masa jabatan lima tahun. Saat dilantik pada usia 44 tahun, ia tercatat sebagai salah satu presiden termuda dalam sejarah negara tersebut.

Sebelum menjadi presiden, Pena pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 2015 hingga 2017 di bawah pemerintahan Horacio Cartes. Ia juga pernah menduduki posisi sebagai direktur Bank Sentral Paraguay.

Dalam hubungan internasional, Pena dikenal sebagai salah satu sekutu kuat pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia memiliki keselarasan politik dengan pemerintahan Trump, terutama dalam isu imigrasi dan keamanan.

Menanggapi perkembangan politik di Paraguay, Departemen Luar Negeri AS menyatakan hubungan kedua negara tetap kuat.

"Kami tetap berkomitmen menjaga hubungan jangka panjang antara masyarakat Amerika dan Paraguay serta berharap dapat melanjutkan kerja sama erat dalam berbagai prioritas bersama," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Sementara itu, Bank Sentral Paraguay menyatakan akan mulai mencairkan dana jaminan bagi nasabah Ueno Bank yang memenuhi persyaratan secara bertahap.

Skandal ini menjadi pukulan bagi ambisi Paraguay untuk berkembang sebagai pusat keuangan regional. Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut berupaya menarik investasi dengan memanfaatkan status investment grade yang diperoleh setelah mendapat pengakuan dari dua lembaga pemeringkat kredit terkemuka dunia. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN