Dua Mantan Bos Tottenham Hotspur Bersaing Rebut Waralaba NBA Europe di London

Joe Lewis dan Daniel Levy (foto: Getty Images via The Sun)
London, MISTAR.ID - Persaingan mendapatkan hak kepemilikan tim London untuk kompetisi NBA Europe semakin memanas. Mantan Chairman Tottenham Hotspur Daniel Levy dan keluarga miliarder Joe Lewis dilaporkan berada di kubu konsorsium berbeda yang sama-sama mengincar waralaba tersebut.
Proyek NBA Europe menjadi salah satu ekspansi besar NBA di luar Amerika Serikat. Kompetisi basket elite Eropa itu direncanakan mulai bergulir pada 2028 dengan melibatkan 16 tim.
NBA dikabarkan menyiapkan investasi sekitar 7,6 miliar pound sterling atau setara Rp185,3 triliun selama 10 tahun untuk merealisasikan kompetisi tersebut. Sementara itu, nilai satu waralaba yang berbasis di London diperkirakan dapat melampaui 1 miliar pound sterling atau sekitar Rp24,4 triliun.
Menurut laporan The Sun, sejumlah klub sepak bola besar berpotensi terlibat dalam proyek ini. Barcelona, Real Madrid, Paris Saint-Germain, dan Bayern Munchen termasuk klub yang telah masuk dalam pembicaraan terkait pembentukan kompetisi.
Namun, perebutan waralaba London menjadi salah satu persaingan paling ketat karena besarnya potensi pasar olahraga di ibu kota Inggris tersebut.
Daniel Levy telah membentuk konsorsium bersama Liberty Global dan MSP Sports Capital untuk mengajukan penawaran kepemilikan tim London.
MSP Sports Capital sebelumnya pernah terlibat dalam pendanaan McLaren Racing. Sementara itu, keluarga Joe Lewis bergabung dengan konsorsium berbeda yang dipimpin keluarga Checketts.
Keluarga Checketts memiliki pengalaman dalam investasi olahraga, termasuk keterlibatan dengan klub MLS Real Salt Lake dan tim NHL St Louis Blues.
Konsorsium tersebut juga diperkuat keluarga Eccles, yang memiliki saham di Burnley FC dan klub LaLiga Espanyol.
Persaingan semakin ramai setelah muncul laporan bahwa mantan Chairman Chelsea Todd Boehly dan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi turut terlibat dalam persaingan untuk mendapatkan waralaba London.
Persaingan Levy dan Keluarga Lewis
Persaingan kedua kubu memiliki latar belakang hubungan bisnis yang panjang. Levy dan Joe Lewis sebelumnya merupakan mitra bisnis yang bekerja sama selama puluhan tahun dalam mengembangkan Tottenham Hotspur.
Keduanya mulai bekerja sama pada 1995 melalui perusahaan investasi ENIC International Ltd. Levy menjadi figur utama dalam pengelolaan bisnis, sedangkan Lewis berperan sebagai penyokong finansial.
Pada 2022, Lewis mundur dari keterlibatannya di Tottenham setelah mengaku bersalah dalam kasus perdagangan orang dalam atau insider trading.
Meski demikian, anggota keluarganya kemudian menjadi penerima manfaat dari sebuah dana perwalian yang memiliki sekitar 75 persen saham Enic Sports Inc. Perusahaan tersebut menguasai sekitar 89 persen saham Tottenham Hotspur.
Hubungan bisnis Levy dengan keluarga Lewis kemudian berubah setelah masa jabatannya sebagai Executive Chairman Tottenham berakhir pada tahun lalu.
Levy diberhentikan oleh anak-anak Joe Lewis, Vivienne dan Charles Lewis, melalui panggilan telepon yang berlangsung sekitar 10 menit.
Meski masih memiliki saham minoritas di klub, kepemilikan dan pengaruh Levy di Tottenham dilaporkan terus berkurang.
Kini, kedua pihak kembali bersaing dalam perebutan proyek olahraga, kali ini untuk mendapatkan waralaba NBA Europe di London.
Rencana NBA Europe dan Format Kompetisi
NBA menargetkan NBA Europe mulai beroperasi pada 2028 dengan format kompetisi yang melibatkan 16 tim.
Dari jumlah tersebut, 12 tim akan menjadi anggota permanen, sedangkan empat tempat lainnya disediakan bagi peserta sementara yang berasal dari kompetisi kualifikasi.
Babak prakualifikasi untuk menentukan empat peserta tersebut direncanakan berlangsung pada tahun depan.
Wakil Komisaris NBA Mark Tatum telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah eksekutif klub besar Eropa, termasuk Barcelona, Real Madrid, Paris Saint-Germain, Bayern Munchen, dan AC Milan.
Selain London, sejumlah kota yang diproyeksikan menjadi basis waralaba permanen adalah Manchester, Roma, Athena, Istanbul, dan Lyon.
Buss Sports Capital, yang menjual kepemilikan 17,8 persen saham Los Angeles Lakers kepada Joshua Kushner tahun ini, juga disebut telah mengajukan penawaran untuk waralaba yang berbasis di Manchester.
Sementara itu, Manchester City dan Manchester United dilaporkan tidak memiliki rencana untuk mengikuti proses penawaran tersebut.
Tatum menjelaskan bahwa NBA Europe akan mengadopsi sistem piramida seperti yang diterapkan dalam sepak bola Eropa.
"Visi kami untuk basket adalah mengajak semua pihak bersama-sama, mulai dari EuroLeague, badan pengatur, FIBA, hingga klub-klub, untuk memperbarui ekosistem basket Eropa," kata Tatum.
Ia juga menyoroti sistem piramida dalam sepak bola yang memberikan jalur jelas bagi setiap klub untuk mencapai kompetisi tertinggi. Menurutnya, sistem serupa belum tersedia dalam struktur basket Eropa saat ini.
Selain persaingan kepemilikan, lokasi kandang waralaba London juga mulai menjadi perhatian.
Salah satu tempat yang disebut masuk dalam pertimbangan adalah Battersea Power Station. Lokasi tersebut sebelumnya pernah dipertimbangkan Chelsea sebagai alternatif pengembangan stadion Stamford Bridge.
Menurut laporan The Athletic, pembicaraan melalui sejumlah perantara terkait kemungkinan penggunaan kawasan Battersea Power Station telah berlangsung.
Lahan yang dipertimbangkan merupakan bagian dari proyek pengembangan kawasan Battersea Power Station, bukan bangunan pembangkit listrik bersejarah yang masuk kategori Grade II-listed.
Selain itu, Tottenham Hotspur Stadium juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat lokasi kandang tim London.
Stadion tersebut memiliki kapasitas besar dan fasilitas modern, serta dapat menjadi salah satu opsi untuk penyelenggaraan pertandingan NBA Europe.
Apabila konsorsium Levy berhasil memenangkan penawaran, Tottenham Hotspur Stadium berpotensi menjadi lokasi yang dipertimbangkan untuk tim basket baru tersebut. (*)







































