Friday, November 6, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

OpenAI Perkenalkan GPT-6 Cyber, AI Khusus untuk Temukan Celah Keamanan Software

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 09.13 WIB
openai_perkenalkan_gpt6_cyber_ai_khusus_untuk_temukan_celah_keamanan_software

OpenAI. (Foto: Reuters)

Jakarta, MISTAR.ID – OpenAI memperkenalkan model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terbaru bernama GPT-6 Cyber pada Jumat (6/11/2026).

Model ini dirancang khusus untuk membantu pekerjaan keamanan siber, mulai dari menemukan kerentanan perangkat lunak, membuat kode eksploitasi untuk mengujinya, hingga menyiapkan perbaikan keamanan.

Berbeda dari model AI pada umumnya, GPT-6 Cyber dikembangkan untuk mendukung aktivitas peneliti keamanan siber, termasuk pengujian penetrasi dan riset kerentanan software.

OpenAI menyebut model tersebut telah digunakan untuk menemukan dan memvalidasi ribuan eksploit pada sejumlah perangkat lunak penting, termasuk sistem operasi Linux dan peramban Firefox.

Dalam pengujian internal, GPT-6 Cyber berhasil menghasilkan 948 eksploit untuk kerentanan pada kernel Linux. Model ini juga menemukan 81 celah keamanan baru dengan tingkat keparahan tinggi pada Firefox.

Seluruh temuan tersebut dilaporkan kepada pengembang masing-masing software. OpenAI juga membantu menyiapkan kandidat patch untuk memperbaiki kerentanan yang ditemukan.

Dari sisi kemampuan, GPT-6 Cyber diklaim mengalami peningkatan dibandingkan pendahulunya, GPT-5.6 Cyber.

Pada pengujian ExploitGym yang mengukur kemampuan AI mengeksploitasi kerentanan tertentu pada target jarak jauh, model terbaru ini meraih skor 48,5 persen. Hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan GPT-5.6 Cyber yang mencatat 32,1 persen.

Dilansir dari Tech Radar, pengujian lainnya dilakukan untuk mengukur kemampuan menemukan kerentanan pada aplikasi web tanpa akses ke kode sumber. Dalam tes tersebut, GPT-6 Cyber mencatat tingkat penemuan kerentanan (recall) sebesar 40,3 persen.

Angka itu melampaui GPT-6 Astra yang memperoleh skor 32 persen. OpenAI juga mengembangkan pengujian bernama RemoteExploitBench untuk mengukur kemampuan AI menghasilkan eksploit yang dapat dijalankan pada target jarak jauh.

Pengujian dilakukan menggunakan aplikasi seperti GitLab, PostgreSQL, dan Jenkins dalam lingkungan terkendali.

GPT-6 Cyber mampu menyelesaikan 95 persen tugas yang diberikan. Sebaliknya, GPT-6 Astra menolak seluruh tugas dalam pengujian yang sama.

Temukan Ribuan Kerentanan Linux dan Firefox

Salah satu penggunaan GPT-6 Cyber yang dilaporkan OpenAI adalah riset keamanan pada kernel Linux. Dalam penelitian tersebut, model ini berhasil mereproduksi 1.724 kerentanan. Sebanyak 948 di antaranya berhasil dikembangkan menjadi kode eksploitasi yang berfungsi.

Jumlah itu lebih dari lima kali lipat dibandingkan GPT-5.6 Sol yang hanya menghasilkan 166 eksploit dengan perangkat riset yang sama.

OpenAI mengatakan telah melaporkan 304 temuan kritis kepada pengelola Linux. Laporan tersebut disertai kandidat patch untuk memperbaiki celah keamanan. Sementara itu, kerentanan lainnya masih dalam proses penanganan.

Pada Firefox, GPT-6 Cyber menemukan 81 kerentanan baru yang dikategorikan Mozilla sebagai celah dengan tingkat keparahan tinggi.

Selain itu, model tersebut mengidentifikasi 30 kerentanan yang sebelumnya sudah diketahui, tetapi ternyata memiliki tingkat keparahan lebih tinggi daripada penilaian awal.

Temuan itu kemudian disampaikan kepada Mozilla bersama bukti dan pengujian yang dapat direproduksi. Mozilla pun mulai merilis perbaikan untuk sejumlah kerentanan yang dilaporkan. (tech radar)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN