Friday, November 6, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Jangan Terlewat! 2 Hujan Meteor Hiasi Langit November 2026, Ini Jadwal dan Waktu Terbaik Melihatnya

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 15.32 WIB
jangan_terlewat_2_hujan_meteor_hiasi_langit_november_2026_ini_jadwal_dan_waktu_terbaik_melihatnya

Jangan Terlewat! 2 Hujan Meteor Hiasi Langit November 2026, Ini Jadwal dan Waktu Terbaik Melihatnya. (foto ilustrasi:gemini/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (5/11/2026) — Penggemar astronomi punya alasan untuk menantikan langit malam November 2026. Dua fenomena hujan meteor, Northern Taurids dan Leonids, diperkirakan mencapai puncak aktivitas pada pertengahan bulan ini. Salah satunya bahkan berpotensi menghadirkan hingga 15 meteor per jam dalam kondisi pengamatan ideal.

Berdasarkan informasi NASA, Northern Taurids diperkirakan mencapai puncak pada 11–12 November 2026, disusul Leonids pada 17–18 November 2026. Keduanya dapat diamati tanpa teleskop, selama kondisi cuaca cerah dan lokasi pengamatan minim polusi cahaya.

Northern Taurids: Peluang Melihat Meteor Sangat Terang

Hujan meteor Northern Taurids atau Taurid Utara diperkirakan mencapai puncak pada malam 11–12 November 2026. Fenomena ini memiliki intensitas sekitar lima meteor per jam dalam kondisi ideal.

Meski jumlahnya tidak terlalu banyak, Northern Taurids dikenal karena kemunculan meteor terang atau fireball. Kilatan cahaya tersebut dapat terlihat lebih mencolok dibandingkan meteor biasa.

Northern Taurids berasal dari serpihan material komet 2P/Encke yang memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi hingga menghasilkan cahaya. Menariknya, kondisi fase Bulan yang relatif tipis pada periode puncaknya berpotensi membuat langit lebih gelap dan mendukung pengamatan.

Leonids: Kecepatan Meteor Mencapai 71 Kilometer per Detik

Fenomena berikutnya adalah hujan meteor Leonids yang diperkirakan mencapai puncak pada 17–18 November 2026.

NASA memperkirakan Leonids dapat menghasilkan hingga sekitar 15 meteor per jam dalam kondisi pengamatan ideal. Hujan meteor ini terkenal karena kecepatannya yang sangat tinggi, mencapai sekitar 71 kilometer per detik ketika memasuki atmosfer Bumi.

Leonids berasal dari debu dan serpihan komet 55P/Tempel-Tuttle, yang mengelilingi Matahari dalam periode sekitar 33 tahun.

Salah satu fakta menariknya, Leonids pernah menghasilkan badai meteor pada 1966. Saat itu, pengamat di sejumlah wilayah Amerika Utara menyaksikan ribuan meteor per jam. Namun, fenomena luar biasa tersebut tidak terjadi setiap tahun dan tidak diperkirakan terulang pada November 2026.

Bisakah Hujan Meteor November 2026 Diamati dari Indonesia?

Kabar baiknya, Northern Taurids dan Leonids berpeluang diamati dari Indonesia. Pengamatan dapat dilakukan pada malam hingga dini hari, dengan memperhatikan posisi titik radiasi masing-masing hujan meteor.

Untuk mendapatkan peluang pengamatan terbaik, pilih lokasi terbuka yang jauh dari lampu perkotaan. Pantai, kawasan pedesaan, atau dataran tinggi dengan langit cerah bisa menjadi alternatif.

Pengamatan sebaiknya menggunakan mata telanjang. Tidak diperlukan teleskop karena meteor dapat melintas di berbagai bagian langit. Berikan waktu sekitar 20–30 menit agar mata beradaptasi dengan kondisi gelap.

Khusus Leonids, pengamatan menjelang fajar patut diprioritaskan karena titik radiasinya semakin tinggi di langit. Sementara itu, cuaca cerah dan minimnya awan tetap menjadi faktor penentu keberhasilan pengamatan.

Jangan Lewatkan Fenomena Langit November 2026

Dua hujan meteor ini menawarkan pengalaman astronomi yang berbeda. Northern Taurids menarik karena berpotensi menghadirkan meteor sangat terang, sedangkan Leonids dikenal dengan kecepatan tinggi dan intensitas yang lebih besar.

Dengan puncak aktivitas pada 11–12 November dan 17–18 November 2026, masyarakat masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan fenomena langit tersebut.

Siapkan waktu, cari lokasi dengan langit gelap, dan jangan lupa menengadah. Sebab, pertunjukan alam yang menarik ini bisa dinikmati tanpa teleskop maupun peralatan astronomi khusus.

(nasa/imo/pagasa/americanmeteorsociety/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN