Serangan Kapal di Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

Ilustrasi. (Foto: Reuters/Eli Hartman)
Jakarta, MISTAR.ID - Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (6/11/2026), setelah meningkatnya serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak global.
Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari naik US$1,57 atau 1,6 persen menjadi US$99,86 per barel pada pukul 09.22 WIB.
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) meningkat US$1,10 atau 1,22 persen menjadi US$91,62 per barel.
Kenaikan tersebut terjadi setelah harga minyak sempat anjlok hingga 8 persen pada Rabu (4/11/2026). Penurunan dipicu optimisme pasar terhadap peluang meredanya konflik AS-Israel dengan Iran setelah Partai Demokrat merebut kendali Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Republik pimpinan Presiden Donald Trump.
Sentimen tersebut sempat membawa harga minyak ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Namun, harapan meredanya konflik kembali memudar setelah serangkaian serangan terhadap kapal tanker terjadi di kawasan Teluk dan Selat Hormuz pada Rabu dan Kamis (5/11/2026).
Ahli Strategi Komoditas Senior ANZ, Daniel Hynes, mengatakan penguatan harga minyak juga dipengaruhi penilaian para pedagang bahwa aksi jual pada Rabu sebelumnya sudah berlebihan.
Menurutnya, optimisme pasar terhadap hasil pemilu AS sempat menekan harga minyak. Namun, kondisi geopolitik di lapangan kembali menjadi perhatian pelaku pasar.
"Iran memegang kendali atas Selat Hormuz dan kecil kemungkinan mereka akan melepaskan kendali tersebut," ujar Hynes.
Ia menambahkan, aliran minyak yang melintasi Selat Hormuz saat ini beroperasi di bawah 60 persen dari kapasitas normalnya.
Kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran tersebut semakin meningkat setelah otoritas Iran pada Kamis menyatakan tiga kapal tanker menjadi target serangan di Selat Hormuz.
Badan keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), juga mengonfirmasi bahwa intensitas serangan terhadap kapal-kapal di perairan tersebut masih berlangsung pada tingkat yang hampir memecahkan rekor.
Kondisi ini kembali menempatkan keamanan jalur distribusi minyak di Selat Hormuz sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak dunia. (hm25/CNN Indonesia)
PREVIOUS ARTICLE
IHSG Rontok dari 9.134 ke 4.904, Lo Kheng Hong: Pasar Turun Itu Peluang, Bukan Alasan Panik









































