Golongan Darah B Dikaitkan dengan Risiko Diabetes 28 Persen Lebih Tinggi

Pemeriksaan golongan darah. (Foto: Ciputra Medical)
Jakarta, MISTAR.ID – Temuan terbaru mengenai kaitan golongan darah dengan risiko diabetes tipe 2 menyebutkan kelompok ini memiliki risiko sekitar 28 persen lebih tinggi dibandingkan orang dengan golongan darah selain B.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa golongan darah bukan faktor utama penentu diabetes. Pola makan, berat badan, dan aktivitas fisik tetap memiliki pengaruh lebih besar terhadap risiko penyakit tersebut.
Melansir Science Alert, Jumat (23/10/2026), penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Medicine tersebut menunjukkan adanya hubungan peningkatan risiko diabetes tipe 2 bagi pemilik golongan darah B, baik dengan rhesus positif maupun negatif.
Angka peningkatan risiko tersebut merupakan hasil rata-rata dari sejumlah penelitian. Artinya, temuan ini tidak berarti setiap orang bergolongan darah B pasti akan mengalami diabetes.
Penelitian ini dipimpin tim epidemiologi yang diketuai Fang-Hua Liu dari Shengjing Hospital, China Medical University. Para peneliti melakukan tinjauan terhadap 51 tinjauan sistematis yang mencakup 270 hubungan antara sistem golongan darah ABO dan rhesus (Rh) dengan berbagai kondisi kesehatan.
Untuk memastikan kekuatan temuan, tim peneliti mengevaluasi konsistensi hasil antarpenelitian, jumlah sampel, kualitas bukti, serta kemungkinan adanya bias.
Dari seluruh hubungan kesehatan yang dianalisis, kaitan antara golongan darah B dan diabetes tipe 2 menjadi satu-satunya temuan yang memenuhi standar bukti tertinggi.
Namun, para peneliti menegaskan bahwa hasil tersebut hanya menunjukkan adanya hubungan statistik, bukan membuktikan golongan darah B secara langsung menyebabkan diabetes tipe 2.
Gaya Hidup Tetap Lebih Berpengaruh
Meskipun golongan darah B dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes, faktor gaya hidup tetap menjadi perhatian utama dalam pencegahan penyakit tersebut.
Pola makan tidak sehat, kelebihan berat badan, dan kurangnya aktivitas fisik diketahui memiliki kontribusi besar terhadap risiko diabetes tipe 2.
Dengan demikian, seseorang tidak bisa hanya mengandalkan informasi golongan darah untuk memperkirakan kemungkinan terkena diabetes. Faktor kesehatan dan kebiasaan sehari-hari tetap perlu menjadi pertimbangan utama.
Penelitian tersebut juga belum berhasil memastikan mekanisme biologis yang menyebabkan golongan darah B berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
Salah satu penelitian lain pada 2025 mengindikasikan kemungkinan keterlibatan mikrobioma usus dalam hubungan tersebut. Namun, dugaan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan penjelasan yang lebih kuat. (science)











































