Tangkap Pengedar Sabu di Simalungun, Polisi Bongkar Pemasok hingga ke Sergai

Maulana Purba, 32 tahun, dan M. Syatria Candra Gemilang, 37 tahun, ditangkap Polres Simalungun karena terlibat kasus sabu. (Foto: Dok. Polres Simalungun/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID – Satresnarkoba Polres Simalungun meringkus dua pria yang diduga menjadi pemasok sabu.
Kedua pria itu masing-masing Maulana Purba, 32 tahun, dan M. Syatria Candra Gemilang, 37 tahun. Keduanya ditangkap di Dusun Bahilang, Desa Damak Urat, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergai.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengatakan pengungkapan tersebut bermula dari penangkapan Doni Sofyan, 37 tahun, di Desa Naga Dolok, Kecamatan Tapian Dolok, pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 00.04 WIB.
Dari tangan Doni, petugas menemukan 28 paket kecil sabu yang disimpan dalam kotak permen Happydent.
Selain sabu dengan berat bruto 6,27 gram, polisi turut menyita uang tunai Rp350.000, alat isap sabu, kaca pirex, sekop, serta satu unit telepon genggam.
Hasil pemeriksaan terhadap Doni kemudian mengarahkan penyidik kepada Maulana dan Syatria. Keduanya diduga memiliki keterkaitan dalam jaringan peredaran narkoba dan menjadi pemasok sabu kepada Doni.
Dalam penangkapan di wilayah Sipispis, petugas menemukan sabu seberat bruto 9,10 gram, empat butir ekstasi berlogo singa, dua timbangan elektrik, dan sejumlah peralatan lainnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Maulana dan Syatria mengakui narkotika tersebut merupakan milik mereka. Keduanya juga menyebut barang haram itu diperoleh dari seseorang berinisial Acik, warga Kota Tebing Tinggi, untuk kemudian dijual kembali.
Verry mengatakan kedua pria tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik juga telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan menyita sejumlah barang bukti.
"Pengembangan dari Doni Sofyan membawa petugas kepada dua orang yang berada di atasnya dalam jaringan peredaran sabu," ujar Verry saat dikonfirmasi, Jumat (6/11/2026) malam.
Dalam perkara yang sama, polisi juga sempat memeriksa pria bernama Gatot Subroto. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, penyidik tidak menemukan bukti keterlibatannya. Hasil tes urine Gatot juga dinyatakan negatif sehingga ia dipulangkan kepada keluarganya.[]





































