Harga RAM Melonjak, Apple Beri Sinyal Harga Mac Bakal Naik Lagi

CEO Apple, John Ternus. (Foto: Apple)
Jakarta, MISTAR.ID – CEO Apple, John Ternus, menyebutkan harga RAM diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Ternus dalam konferensi telepon bersama para investor setelah Apple merilis laporan keuangan kuartal ketiga tahun fiskalnya.
"Apa yang kami lihat pada harga memori saat ini belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Ternus, sebagaimana dilaporkan The Guardian, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Ternus, kenaikan harga komponen memori yang telah berlangsung sepanjang tahun ini diperkirakan belum mencapai puncaknya. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi berbagai perangkat Apple, termasuk komputer Mac.
Dalam kesempatan yang sama, Apple mengingatkan investor bahwa mahalnya komponen memori dapat mengurangi sebagian margin keuntungan perusahaan. Padahal, kinerja keuangan Apple pada kuartal tersebut berhasil melampaui perkiraan analis, didukung penjualan iPhone, Mac mini, serta pertumbuhan bisnis di China.
Potensi kenaikan harga perangkat Apple juga menjadi perhatian karena perusahaan sebelumnya telah melakukan penyesuaian harga terhadap sejumlah produk pada 2026. Perangkat yang mengalami kenaikan harga di antaranya Mac, iPad, dan iPhone.
Ternus mengakui bahwa penyesuaian harga tersebut membantu Apple mengimbangi sebagian peningkatan biaya komponen. Namun, apabila harga RAM terus meningkat, beban produksi perusahaan berpotensi semakin besar.
Jika kenaikan biaya tersebut tidak dapat sepenuhnya diserap oleh Apple, konsumen berpeluang ikut menanggung dampaknya melalui kenaikan harga jual perangkat.
Gambaran tingginya biaya komponen memori terlihat pada produk komputer desktop kelas atas Apple, Mac Studio. Menurut laporan TechRadar, harga Mac Studio dengan kapasitas RAM 512 GB saat ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan model dengan RAM 256 GB.
Perbedaan harga tersebut bahkan membuat pembelian dua unit Mac Studio berkapasitas RAM 256 GB dinilai lebih murah dibandingkan membeli satu unit dengan RAM 512 GB.
Meski demikian, Apple belum mengumumkan rencana kenaikan harga untuk jajaran komputer Mac. Namun, pernyataan terbaru Ternus dinilai menunjukkan kekhawatiran yang lebih serius dibandingkan peringatan perusahaan beberapa bulan sebelumnya.
Pada pertengahan 2026, ketika Apple masih dipimpin Tim Cook, perusahaan telah menyampaikan bahwa peningkatan biaya memori secara signifikan akan memberikan tekanan lebih besar terhadap bisnisnya.
Setelah peringatan tersebut, sejumlah produk Apple, mulai dari iPhone, MacBook, Mac hingga iPad, mengalami kenaikan harga.
Kini, Ternus menggunakan istilah unprecedented atau belum pernah terjadi sebelumnya untuk menggambarkan kondisi harga RAM. Pernyataan tersebut tidak hanya menunjukkan besarnya kenaikan yang telah berlangsung sepanjang 2026, tetapi juga mengindikasikan bahwa tekanan biaya terhadap Apple masih berlanjut.
Kekhawatiran itu sejalan dengan perkiraan sejumlah analis industri yang menilai krisis harga RAM masih berpotensi semakin parah pada 2027. (the guardian)
PREVIOUS ARTICLE
Nintendo Switch 2: Fitur Baru The Legend of Zelda Ocarina of Time dengan Teknologi Bersenandung









































