Bobby Nasution Kenang Pernah Dipecat Parpol, Pastikan Berlabuh Terakhir di Partai Gerindra

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, saat membuka kegiatan diklat laskar Partai Gerindra Sumatera Utara. (Foto: Instagram @bobbynst/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (3/10/2026) — Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, memastikan bahwa Partai Gerindra merupakan tempat terakhir dirinya berlabuh untuk berkarier di partai politik. Hal itu dikatakannya saat membuka kegiatan Diklat Laskar Partai Gerindra Sumut di Taman Jubelium, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (2/10/2026).
Dalam penyampaiannya, ia awalnya sempat mengenang bahwa dirinya pernah diberhentikan oleh partai politik yang sebelumnya dilabuhinya untuk menjadi Wali Kota Medan, namun dia enggan menyebut identitas partai tersebut. Ia merasa haru dan bangga saat setelah diberhentikan, Partai Gerindra memberikan jalan secara total bagi dirinya.
“Namun, sebagai seorang kader partai, yang namanya diberhentikan, dipecat dari partai, pasti ada gundah gulana di hati. Apa obatnya, apa yang membuat saya kembali tenang? Begitu melihat ke kanan, kiri, depan, belakang, saya melihat seluruh Partai Gerindra membuka tangan selebar-lebarnya untuk saya,” ujarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan, apa yang telah disampaikannya merupakan cerita pribadi yang cukup melekat dalam karier politiknya. Pasalnya, kenangan tersebut tidak akan pernah terlepas dalam benak pikirannya. Dalam kesempatan itu pun, dia menyatakan bahwa dirinya tidak akan beralih dari Partai Gerindra.
“Ini cerita pribadi yang saya jalani dan miliki, yang tentunya hal ini pada kesempatan kali ini, cukup sekali pindah partai, biarlah saya berlabuh terakhir di Partai Gerindra ini,” tegas Bobby yang kemudian disambut gemuruh tepuk tangan para peserta Diklat Laskar Gerindra Sumut.
Sementara itu, ia meyakini bahwa kehadiran para peserta diklat memiliki alasan yang kuat untuk memilih Partai Gerindra sebagai tempat belajar dan berproses dalam dunia politik. Alasan tersebut dikatakannya menjadi landasan kuat yang harus dipegang secara teguh dan utuh.
“Saya yakin seluruh teman-teman di sini memiliki satu alasan yang sama dan punya landasan bergabung dengan Partai Gerindra. Saya yakin kita punya alasan yang kuat, alasan itu tidak boleh digoyang dan diganggu gugat, karena ini rumah yang pantas, tepat, dan sangat bagus untuk teman-teman masuk ke partai politik untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa hingga saat ini Partai Gerindra berdiri, partai tersebut memiliki catatan sejarah perjuangan yang kuat dan penuh perjalanan panjang. Untuk itu, ia mengingatkan kepada seluruh kader agar dapat menjaga nama baik Presiden Prabowo sebagai ketua umum.
“Saya ingin menyampaikan bahwa Partai Gerindra bukan partai tanpa perjuangan, bukan yang tiba-tiba jadi pemenang, dan kita semua hari ini termasuk saya, sekaligus mengingatkan diri saya, mari, kalau kemarin belum dari bagian perjuangan membesarkan Partai Gerindra, mari kita torehkan membangun Partai Gerindra, minimal di Sumatera Utara,” kata Bobby.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh program pemerintah yang hari ini sudah dijalankan Presiden Prabowo harus dapat dikawal dan dipastikan oleh seluruh kader Gerindra dapat berjalan secara optimal dan benar-benar berdampak secara positif kepada masyarakat.
“Program pemerintah pusat saat ini yang kita tahu sangat menargetkan dan berdampak masyarakat sampai ke paling bawah, tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat, meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya pada ekonomi yang kecil, hingga bisa makan, bisa tersenyum. Saya minta kita tidak boleh lari dari program ini, seluruh program pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota kita harus jadi ujung tombak,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh program yang diciptakan oleh Presiden Prabowo merupakan program yang mulia. Ia menekankan kepada seluruh kader untuk memastikan bahwa tidak ada yang menyalahgunakan program mulia tersebut.
“Saya siap untuk kita bersama-sama seluruh kader Partai Gerindra, mari kita sukseskan program Bapak Presiden, tidak boleh ada cela sedikit pun, tidak boleh ada nilai buruk, dan tidak ada penyalahgunaan khususnya di Sumatera Utara,” ujarnya. (hm27)











































