Banyak Aduan Pungli dan Bansos Disunat, Wali Kota Medan Ancam Pecat Jajaran Nakal

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. (Foto: Rahmad/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (6/10/2026) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengakui pelayanan jajarannya belum maksimal. Hal itu diketahui dari banyaknya aduan masyarakat yang masuk melalui pesan langsung (DM) di media sosial pribadinya.
"Iya benar, sangat banyak laporan yang masuk ke saya dan itu sudah diteruskan ke Inspektorat untuk segera ditindaklanjuti," ucap Rico kepada Mistar, Minggu (5/10/2026).
Rico menegaskan sanksi berat akan diberikan kepada jajarannya yang nekat melakukan pungutan liar (pungli) dalam pelayanan.
"Tidak ada pandang bulu, semua akan kita tindak kalau nekat pungli. Mulai Kepling, Lurah, Camat hingga OPD pasti ditindaklanjuti. Itu sudah saya sampaikan juga ke Inspektorat agar kita berbenah menuju yang lebih baik," tegasnya.
Hal serupa berlaku untuk distribusi bantuan sosial (bansos) yang kerap menjadi ajang penyelewengan. Rico memastikan pengawasan terus dilakukan.
"Kewilayahan dan Inspektorat sudah saya perintahkan mengawasi itu semua, terutama soal bansos ini. Kalau terbukti tentu ada sanksi berat hingga pemecatan," katanya.
Ia mengingatkan jajarannya agar tidak bermain-main atau menyalahgunakan wewenang dalam setiap kebijakan maupun pendistribusian bansos.
"Masyarakat yang merasa menjadi korban silakan lapor ke Inspektorat secara langsung atau melalui kanal. DM langsung ke saya juga bisa, pasti akan ditindaklanjuti. Saat ini sudah banyak yang kita tindaklanjuti dan kami terbuka terhadap semua laporan yang masuk," pungkasnya.
Diketahui, dugaan penyelewengan bansos beras 30 kg dari Kementerian Sosial (Kemensos) terjadi hampir di setiap kecamatan di Kota Medan.
Dalam aksinya, oknum kepala lingkungan (Kepling) diduga meminta uang kepada warga sebagai imbalan agar bantuan diberikan. Ada juga yang memotong bantuan menjadi 20 kg dan 10 kg sisanya diambil oknum.
"Di lingkungan kami kejadian itu, Bang. Masyarakatnya sudah lapor Pak Wali langsung lewat medsos. Setelah itu baru dikasih bantuannya, kalau tidak harus bayar," ucap salah satu warga Kecamatan Medan Polonia.(hm02)


















































