Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
MEDAN

Produksi Surplus Tapi Harga Mahal, Ini Penyebab Cabai di Sumut Melonjak

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 18.21 WIB
produksi_surplus_tapi_harga_mahal_ini_penyebab_cabai_di_sumut_melonjak_

Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Evan Botung Daulay saat temu pers di Kantor Gubernur Sumut. (Foto: Iqbal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (6/10/2026) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Biro Perekonomian Setdaprovsu mengungkap penyebab kenaikan harga cabai meski produksi di Sumut surplus.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Evan Botung Daulay menjelaskan arus pasokan ke luar daerah menjadi pemicu kenaikan harga di pasar lokal.

"Sebenarnya dari data produksi kita surplus, tapi ada penyebab di mana cabai hasil panen banyak ke luar daerah," ujarnya kepada wartawan saat temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (6/10/2026) sore.

Evan mencontohkan daerah sentra seperti Kabupaten Batu Bara yang baru panen raya, namun tetap mengalami inflasi cukup tinggi. Pasalnya, cabai dijual ke Provinsi Riau dan Aceh sehingga pasokan untuk masyarakat Sumut terganggu.

"Jadi kita dari Pemprov Sumut coba melakukan intervensi, pasokan dan kebutuhan cabai yang ada di Sumut untuk warga Sumut harus terpenuhi dulu, baru bisa dijual ke luar daerah," ucapnya.

Mantan Sekretaris BKAD Sumut itu mengatakan pihaknya akan menyerap hasil panen cabai dari petani lokal. Langkah tersebut akan dilakukan berkolaborasi dengan BUMD PT Aneka Industri dan Jasa (AIJ).

"Cabai yang dibeli ini dari petani lokal langsung kami distribusikan ke pasar induk utama seperti Pasar Induk Lau Cih dan Pasar MMTC untuk mengamankan ketersediaan stok lokal," tutur Evan.

Pemprov Sumut melalui Dinas Pertanian bersama Bank Indonesia (BI) juga bekerja sama menyosialisasikan dan mengatur jadwal tanam cabai kepada gabungan kelompok tani.

"Pengaturan masa tanam ini sangat penting. Tujuannya agar jadwal panen terdistribusi merata sepanjang tahun, sehingga tidak ada periode kekosongan pasokan yang memicu lonjakan harga di pasaran," katanya.(hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN