Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Harga Cabai Merah di Simalungun Naik Rp65 Ribu, Petani Tetap Hadapi Serangan Patek

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 17.59 WIB
harga_cabai_merah_di_simalungun_naik_rp65_ribu_petani_tetap_hadapi_serangan_patek

Adnan Pandiangan, petani muda asal Nagori Mardinding, Kecamatan Pematang Silimahuta, Simalungun, di ladang cabai miliknya. (Foto: Indra/MISTAR)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (6/10/2026) – Harga cabai merah di tingkat petani Nagori Mardinding, Kecamatan Pematang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, kembali naik. Saat ini, petani menjual hasil panen dengan harga Rp65.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut membuat petani lebih bersemangat merawat tanaman cabai dan sayuran di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Petani cabai, Adnan Pandiangan, mengatakan harga cabai merah saat ini berada di angka Rp65.000 per kilogram. Ia berharap harga tersebut dapat bertahan sehingga petani tetap memperoleh keuntungan dari hasil panen.

"Sekarang Rp65.000 per kilo, semoga tetap stabil lah," ujar Adnan, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, harga yang cukup tinggi membuat petani di wilayah Mardinding lebih bersemangat setiap kali melakukan panen. Kondisi tersebut sekaligus mendorong petani semakin giat merawat tanaman.

Namun, harga tinggi belum sepenuhnya membuat petani bisa bernapas lega. Mereka masih menghadapi serangan penyakit patek yang menyerang tanaman cabai.

Serangan patek menjadi salah satu persoalan yang cukup mengganggu produksi. Sebelumnya, Adnan menyebut hasil panennya bisa mencapai 60 hingga 70 kilogram jika tanaman tidak terserang penyakit tersebut. Kini, hasil panennya hanya sedikit di atas 50 kilogram karena sebagian cabai mengalami busuk kering.

Selain penyakit, hujan yang turun belakangan ini juga membuat aktivitas petani harus dilakukan lebih ekstra. Hujan dapat mengganggu proses panen maupun perawatan tanaman di lahan.

"Termasuk juga aktivitas panen. Pasti terganggu kalau sudah hujan," katanya.

Meski demikian, Adnan tidak sepenuhnya menganggap hujan sebagai persoalan. Menurutnya, kondisi basah masih lebih baik dibandingkan kemarau panjang karena tanaman cabai dan sayuran sangat membutuhkan air.

"Tapi kadang lebih baik hujan daripada musim kemarau. Kalau kemarau susah tumbuh tanaman, karena aktivitas pertanian ini sangat butuh air," ujarnya.

Adnan mengatakan panen cabai di Mardinding berlangsung hampir setiap hari. Banyaknya petani yang menanam cabai membuat aktivitas panen terus berjalan, meski hasil setiap petani berbeda-beda.

"Setiap hari ada yang panen, di sini kan banyak yang nanam cabai. Minggu lalu sampai Rp75.000 sekilo di sini," katanya.

Kenaikan harga di tingkat petani tersebut juga terlihat di pasar. Berdasarkan kondisi harga di Pasar Dwikora Pematangsiantar, harga cabai merah pada hari ini telah mencapai sekitar Rp85.000 per kilogram.

Bagi petani, tingginya harga menjadi peluang untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik. Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada kemampuan menjaga tanaman dari serangan patek serta menghadapi cuaca yang belakangan kerap turun hujan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN