Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Vaksinasi Anjing di Sinaksak Belum Terealisasi, Data dari Kelurahan Masih Ditunggu

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 17.11 WIB
vaksinasi_anjing_di_sinaksak_belum_terealisasi_data_dari_kelurahan_masih_ditunggu

Bidang Peternakan Dinas Pertanian Simalungun saat melakukan vaksinasi anjing peliharaan di Kecamatan Purba, baru-baru ini. (Foto: Bidang Peternakan/MISTAR)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (6/10/2026) – Rencana vaksinasi anjing di Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, hingga kini belum terealisasi. Kendalanya, data jumlah anjing yang menjadi sasaran vaksinasi belum disampaikan pihak kelurahan kepada Dinas Pertanian Simalungun.

Padahal, vaksinasi tersebut sebelumnya direncanakan sebagai langkah pencegahan menyusul kasus seekor anjing peliharaan yang menyerang dan melukai sembilan warga di wilayah tersebut. Anjing itu kemudian mati sebelum masa observasi selama 14 hari selesai.

Lurah Sinaksak, Armada Purba, mengakui pihaknya belum menyampaikan data jumlah anjing di wilayahnya kepada Dinas Pertanian Simalungun.

Menurut Armada, pihak kelurahan semula mengira petugas dari Dinas Pertanian akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan vaksinasi terhadap anjing milik warga.

"Belum ada memang kita sampaikan, kami beranggapan mereka langsung datang untuk memvaksin," kata Armada saat dihubungi, Selasa (6/10/2026).

Ia mengatakan, pihak kelurahan masih mempertimbangkan jumlah hewan yang akan didata. Armada khawatir jumlah yang disampaikan nantinya tidak seluruhnya dapat ditangani karena keterbatasan stok vaksin.

"Nanti kalau kita sampaikan jumlahnya, ternyata tak semua bisa diakomodir, makanya belum ada kita laporkan jumlahnya," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Simalungun, Resna Siboro, mengatakan vaksinasi dapat dilakukan setelah ada permintaan dari pihak kelurahan dan jumlah anjing yang akan divaksin diketahui.

"Iya, untuk itu belum kita laksanakan vaksinasi di sana. Harus tahu jumlahnya, jadi bisa disesuaikan jumlah vaksin yang dibawa," kata Resna.

Menurutnya, pendataan penting karena vaksin rabies yang telah dibuka harus segera digunakan. Karena itu, jumlah hewan yang menjadi sasaran vaksinasi harus diketahui sebelum petugas turun ke lapangan.

"Vaksin ini kalau sudah dibuka harus digunakan langsung. Maka dari itu harus ada jumlahnya," ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, vaksinasi yang sebelumnya diharapkan menjadi langkah pencegahan pascakematian anjing yang menyerang sembilan warga masih menunggu data dari pihak Kelurahan Sinaksak.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN