Wednesday, September 30, 2026
home_banner_first
SUMUT

Distan Toba Vaksin 2.939 Hewan Penular Rabies hingga Juli 2026

Mistar.idRabu, 30 September 2026 pukul 13.53 WIB
distan_toba_vaksin_2939_hewan_penular_rabies_hingga_juli_2026

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Ompon Tony Marulitua Siagian. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID (30/9/2026) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Toba melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan telah memvaksinasi 2.939 hewan penular rabies (HPR) milik masyarakat selama Januari hingga Juli 2026.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Ompon Tony Marulitua Siagian, mengatakan jumlah HPR yang diusulkan masyarakat untuk mendapatkan vaksin rabies selama periode tersebut mencapai 4.258 ekor.

“Sementara kenyataannya, jumlah hewan penular rabies yang divaksinasi di lapangan sebanyak 2.939 ekor,” ujar Ompon, Rabu (30/9/2026).

Menurut Ompon, salah satu kendala yang menyebabkan tidak seluruh HPR yang diusulkan masyarakat dapat divaksinasi adalah pemilik hewan tidak berada di rumah saat tim turun ke lapangan.

“Setelah usulan disampaikan oleh pemerintah desa, saat kita turun ke lapangan ternyata pemilik hewan tidak berada di rumah. Kemungkinan mereka sedang bekerja atau memiliki kegiatan lain, sehingga vaksinasi tertunda,” ujarnya.

Selain pemilik hewan tidak berada di tempat, kata Ompon, terdapat faktor lain yang menyebabkan vaksinasi tidak dapat dilakukan. Salah satunya adalah kondisi hewan yang tidak memenuhi persyaratan untuk mendapatkan vaksin, meskipun sebelumnya telah didata oleh pemerintah desa.

“Wajar jika masyarakat mendata seluruh hewannya untuk divaksinasi karena mereka belum tentu mengetahui bahwa hewan yang sedang hamil dan hewan berusia di bawah tiga bulan tidak boleh disuntik vaksin rabies,” ucapnya.

Ompon mengatakan hingga saat ini belum ada sanksi bagi masyarakat yang belum melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaannya. Pihaknya masih sebatas memberikan imbauan agar masyarakat melakukan vaksinasi karena layanan tersebut diberikan secara gratis.

“Meskipun hingga saat ini mayoritas yang kita vaksinasi masih hewan peliharaan berupa anjing, karena mayoritas masyarakat di Kabupaten Toba memiliki anjing. Sementara untuk pemilik kucing, sebagian memilih melakukan vaksinasi secara mandiri langsung kepada dokter hewan,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN