Monday, October 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

Inflasi Medan Hanya 0,04 Persen, Harga Cabai dan Beras Jadi Ancaman Oktober

Mistar.idSenin, 5 Oktober 2026 pukul 17.22 WIB
inflasi_medan_hanya_004_persen_harga_cabai_dan_beras_jadi_ancaman_oktober_

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (5/10/2026) - Inflasi Kota Medan pada September 2026 tercatat hanya 0,04 persen, jauh di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Utara yang mencapai 0,14 persen.

Labuhanbatu dan Pematangsiantar juga mencatat inflasi bulanan (month to month) rendah, masing-masing 0,13 persen dan 0,16 persen.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin menilai rendahnya inflasi dipengaruhi efisiensi rantai pasok komoditas penyumbang inflasi, salah satunya cabai merah.

Wilayah Labuhanbatu dinilai lebih mudah dijangkau pasokan cabai kotak yang biasanya masuk ke Pasar Induk Lau Cih di Kota Medan.

"Dengan cakupan area yang tidak sebesar Kota Medan, kenaikan harga di rantai pasok jadi lebih kecil. Alhasil, meski harga cabai menyumbang kenaikan inflasi, inflasi di Labuhanbatu masih di bawah kota lain di Sumut," ujar Gunawan, Senin (5/10/2026).

Sementara itu, Pematangsiantar diuntungkan posisi geografis karena diapit sejumlah wilayah produsen cabai.

Di sisi lain, rendahnya inflasi di Deli Serdang dan Kota Medan ditopang keberhasilan intervensi kebijakan pengendalian harga yang berjalan efektif dan terintegrasi.

Untuk menjaga stabilitas jangka panjang, Gunawan meminta pemerintah menggalakkan program Kerja Sama Antardaerah (KAD).

"Upayanya harus fokus pada penyediaan kebutuhan komoditas pertanian agar dapat diprioritaskan ke Sumut dibandingkan provinsi lain," ucapnya.

Memasuki Oktober, Gunawan memperingatkan pengendalian inflasi di Sumut akan lebih rumit. Komoditas cabai merah diprediksi masih bergejolak, bahkan sempat menyentuh Rp100.000 per kilogram pada awal bulan lalu.

Ancaman berpotensi memburuk karena musim kemarau panjang yang bisa memicu gagal panen dan kenaikan harga di berbagai wilayah pemasok.

Tantangan juga diperberat harga beras. Meski Sumut memasuki masa panen raya padi, harga beras di tingkat konsumen belum turun.

"Kontribusi deflasi dari beras saat musim panen belum dirasakan, beras yang harusnya bisa jadi penyeimbang kenaikan harga cabai tidak bisa terlalu diharapkan. Upaya pengendalian inflasi pada Oktober masih menghadapi tantangan serius karena kontribusi inflasi dari luar Sumut masih dominan," ujarnya. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN