Inflasi Sumut September 2026 Capai 0,14 Persen, Cabai Merah Jadi Penyumbang Terbesar

Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Sumatera Utara, Dadan Supriadi. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (1/10/2026) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat inflasi pada September 2026 sebesar 0,14 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) dan 2,71 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y).
Kepala Bagian Umum BPS Sumut, Dadan Supriadi, mengapresiasi perekonomian Sumut yang stabil dan terkendali.
"Inflasi bulanan kita pada September 2026 lebih rendah dari nasional yang mencapai 0,30 persen. Secara tahunan 2,71 persen, sedangkan inflasi tahunan nasional 3,28 persen. Ini patut disyukuri," katanya, Kamis (1/10/2026).
Dadan menyoroti komoditas cabai merah dan daging ayam ras sebagai penyumbang inflasi terbesar. Gejolak harga cabai merah, menurutnya, berkaitan dengan perubahan cuaca.
"Penyumbang inflasi secara bulanan itu cabai merah sebesar 0,35 persen, memang sekarang lagi musim hujan dan sudah masuk September. Tentu ini berpengaruh pada volume produksi," ucapnya.
Selain cabai merah, harga daging ayam ras yang naik juga memberi andil signifikan karena permintaan pasar yang meningkat. Ia menilai beroperasinya berbagai program dan kegiatan setelah libur panjang menjadi faktor penentu.
"Daging ayam ras juga ada kaitannya dengan permintaan yang cukup besar, salah satunya dari SPPG yang sudah mulai beroperasi. Kemarin masuk masa libur, ada beberapa (dapur) yang tutup. Sekarang sudah beroperasi normal, tentu sangat berpengaruh terhadap permintaan," ujar Dadan.
Sementara untuk inflasi tahunan (y-on-y), komoditas penyumbang inflasi terbesar di Sumut adalah emas perhiasan dengan 0,36 persen. Laju inflasi tahunan ini berhasil diredam oleh turunnya harga beberapa komoditas penyumbang deflasi.
"Tapi, ada komoditas penahan inflasi sebagai penyumbang deflasi secara tahunan. Pertama cabai merah, kedua bawang merah, lalu cabai hijau, kentang, dan kol putih atau kubis," tutur Dadan.
BPS mencatat seluruh kabupaten dan kota IHK di Sumut mengalami inflasi secara tahunan maupun bulanan.
Kota Gunungsitoli mengalami inflasi tahunan tertinggi sebesar 4,40 persen, sementara Kabupaten Deli Serdang mencatatkan inflasi tahunan terendah di level 2,29 persen.
Secara bulanan, Kota Padangsidimpuan menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi di Sumut pada September 2026 sebesar 0,71 persen, dan terendah Kota Medan sebesar 0,04 persen.(hm02)













































