BPS Catat Potensi Produksi Beras 7,06 Juta Ton hingga November 2026

Ilustrasi. (Foto: Antara Foto/Hafidz Mubarak Arwa)
Jakarta, MISTAR.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat potensi produksi beras pada September-November 2026 mencapai 7,06 juta ton. Angka tersebut diperkirakan turun 11,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan potensi produksi beras tersebut berasal dari perkiraan produksi padi selama tiga bulan ke depan yang mencapai 12,24 juta ton gabah kering giling (GKG).
"Potensi luas panen padi pada September-November 2026 diperkirakan mencapai 2,23 juta hektare," ujar Ateng dalam acara Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Luas panen tersebut diperkirakan turun 12,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, potensi produksi padi diperkirakan turun 11,96 persen.
Sementara itu, realisasi luas panen padi pada Agustus 2026 mencapai 1,08 juta hektare, turun 2,83 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 1,11 juta hektare.
Penurunan luas panen tersebut diikuti produksi padi yang turun 2,94 persen, dari 5,63 juta ton GKG pada Agustus 2025 menjadi 5,46 juta ton GKG pada Agustus 2026.
Produksi beras pada Agustus 2026 tercatat 3,15 juta ton, turun 2,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, secara kumulatif, realisasi luas panen padi sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare. Angka tersebut naik 0,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada September 2026 sebesar 131,11 atau meningkat 1,49 persen dibandingkan Agustus 2026.
Kenaikan NTP tersebut dipengaruhi indeks harga yang diterima petani (It) yang naik 1,93 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,44 persen.
BPS juga mencatat rata-rata harga beras pada September 2026 meningkat di seluruh tingkatan. Harga beras di tingkat penggilingan naik 0,81 persen secara bulanan, harga di tingkat grosir naik 0,61 persen, sedangkan harga eceran meningkat 0,80 persen.
Selain padi, realisasi luas panen jagung pada Agustus 2026 mencapai 0,29 juta hektare atau meningkat 23,60 persen dibandingkan Agustus 2025.
Kenaikan luas panen tersebut mendorong produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) menjadi 1,74 juta ton pada Agustus 2026, naik 24,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, produksi JPK KA 14 persen sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 11,86 juta ton. Angka tersebut meningkat 3,84 persen dibandingkan Januari-Agustus 2025.











































