Saturday, September 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Warga Lubuk Pakam Datangi Kantor BPS, Penarik Becak Masuk Desil 7 anak Tak Dapat KIP

Mistar.idSabtu, 5 September 2026 pukul 19.32 WIB
warga_lubuk_pakam_datangi_kantor_bps_penarik_becak_masuk_desil_7_anak_tak_dapat_kip_

Kantor Kelurahan Syahmad, Kecamatan Lubuk Pakam. (Foto: Sembiring/Mistar)

news_banner

Lubuk Pakam, MISTAR.ID (5/9/2026) – Sejumlah warga miskin di Kelurahan Syahmad, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang berencana mendatangi Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Deli Serdang. Kedatangan mereka untuk mengurus pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Mereka berharap data desil keluarga diperbaiki agar bisa menerima bantuan sosial (bansos) dan anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi.

Salah satu warga, Ram, mengaku keluarganya saat ini tercatat pada Desil 6. Padahal menurutnya, kondisi ekonomi keluarganya masuk Desil 1 atau 2.

"Saya sudah lama menjanda. Minta makan saja ke anak untuk bertahan hidup. Sama sekali tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah," kata Ram, Sabtu (5/9/2026).

Ia menilai pendataan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Rumahnya dalam keadaan memprihatinkan dan ia sudah tidak memiliki pekerjaan tetap karena usia yang menua.

Ram juga menyoroti adanya warga yang secara ekonomi lebih mampu justru menerima bansos beras.

"Katanya kalau penerima bansos meninggal, bantuannya bisa jatuh ke anaknya, meski anaknya sudah mampu secara ekonomi," ujarnya.

Tukang Becak Masuk Desil 7, Anak Kesulitan Dapat KIP

Hal senada disampaikan Rudi, warga lainnya. Ia bekerja sebagai penarik becak dayung, namun tercatat pada Desil 7.

"Bagaimana bisa saya masuk Desil 7. Saya ngontrak. Penghasilan tidak menentu. Kadang Rp40.000 sehari, kadang hanya Rp15.000," kata Rudi.

Akibat masuk Desil 7, salah satu dari tiga anaknya yang kuliah melalui jalur undangan tidak mendapat Program Indonesia Pintar (PIP).

"Jadi berat bagi saya membiayai kuliahnya. Untung anak saya kerja serabutan untuk biaya sendiri," tutupnya.

Warga berharap pemutakhiran data oleh BPS dapat membuat data lebih akurat, sehingga bantuan pemerintah tepat sasaran kepada yang benar-benar membutuhkan.(hm02)





BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN