Thursday, September 3, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Dokter Ingatkan Pasien Penyakit Penyerta Waspadai Asap Karhutla

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 05.30 WIB
dokter_ingatkan_pasien_penyakit_penyerta_waspadai_asap_karhutla

Dampak asap putih dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. (Foto: Antara Foto/Auliya Rahman)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), namun masyarakat yang memiliki penyakit penyerta diminta lebih waspada terhadap paparan asap.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr M Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD, mengatakan pasien yang memiliki penyakit penyerta harus berhati-hati lantaran dapat mempengaruhi kesehatannya.

"Pertama pada orang yang memiliki penyakit asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Asap karhutla dapat memicu penyempitan saluran napas, sehingga pasien lebih mudah mengalami sesak dan serangan akut," ujar Allif, Kamis (3/9/2026).

Lebih lanjut, Allif mengatakan paparan polusi dapat meningkatkan proses inflamasi dan stres oksidatif yang dapat memperberat gangguan pembuluh darah pada pasien pemilik penyakit jantung.

Disebutkannya, penyakit jantung koroner, gagal jantung, atau pasien dengan riwayat stroke diminta waspada lantaran paparan asap dapat menyebabkan kondisi penyakitnya menjadi lebih tidak stabil.

"Sedangkan, pada mereka yang memiliki penyakit hipertensi bila terpapar polusi udara ataupun asap karhutla, dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah sehingga tekanan darah menjadi lebih sulit dikontrol," katanya.

Dokter Klinik Utama Rawat Jalan RL Dermatoclinic itu pun menyebutkan pasien diabetes memiliki kondisi inflamasi kronis. Paparan asap dapat menambah stres di tubuh, jadi kontrol gula darah bisa lebih sulit.

Selanjutnya, Allif mengatakan pasien gangguan ginjal, khususnya penyakit ginjal kronik, memiliki cadangan fungsi organ yang sudah berkurang, jadi lebih rentan terhadap stres akibat paparan asap.

"Lansia dengan banyak penyakit penyerta (geriatri) karena kelompok ini paling rentan lantaran memiliki sejumlah penyakit dan kemampuan tubuh untuk beradaptasi sudah menurun," ucapnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN