Harga Emas Dunia Bangkit, Naik 1,1 Persen ke US$4.376 per Troy Ounce

Ilustrasi. (Foto: Edward Ricardo)
Jakarta, MISTAR.ID - Harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam hampir satu bulan pada akhir perdagangan Rabu (2/9/2026) atau Kamis (3/9/2026) pagi WIB.
Penguatan harga emas terjadi setelah dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) turun dari level tertingginya baru-baru ini. Investor juga masih mencermati data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,1 persen menjadi 4.376,41 dollar AS per troy ounce. Harga tersebut pulih dari level terendah sejak 7 Agustus 2026 yang tercatat pada sesi perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,4 persen menjadi 4.414,60 dollar AS per troy ounce.
"Salah satu alasan emas mampu kembali bergerak naik adalah karena imbal hasil (obligasi) sedikit turun. Hal tersebut memungkinkan harga emas memantul dari beberapa level terendah baru-baru ini," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.
"Jelas, sektor energi dan imbal hasil obligasi akan tetap menjadi fokus utama bagi pasar emas ke depannya," lanjutnya.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun pada perdagangan Rabu. Penurunan tersebut terjadi ketika harga minyak melemah dan investor mencermati sejumlah data ekonomi terbaru.
Dolar AS juga melemah dari level tertinggi dalam hampir tiga pekan.
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang bukan didorong oleh kekhawatiran terhadap inflasi, melainkan mencerminkan kondisi perekonomian yang solid.
Sementara itu, pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS berada di bawah ekspektasi pada Agustus 2026. Namun, harga emas relatif tidak banyak bergerak karena investor lebih menantikan laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat pekan ini.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September mencapai 64 persen berdasarkan CME FedWatch Tool.
Data ketenagakerjaan AS menjadi perhatian utama investor karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed.
Jika pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan, ekspektasi penurunan suku bunga dapat meningkat dan berpotensi mendukung harga emas. Sebaliknya, data ekonomi yang kuat dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama dan menekan harga emas.
Adapun harga logam mulia lainnya turut menguat pada perdagangan Rabu. Harga perak spot naik 1,2 persen menjadi 65,03 dollar AS per troy ounce.
Harga platinum naik 0,9 persen menjadi 1.756,39 dollar AS per troy ounce, sedangkan palladium melonjak 3,18 persen menjadi 1.352,74 dollar AS per troy ounce. (hm25/Kompas.com)
PREVIOUS ARTICLE
IHSG Kembali ke Level 6.600, Mayoritas Saham Menguat























