Thursday, September 3, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Sayur di Pasar Dwikora Berfluktuasi, Wortel Rp15 Ribu per Kg

Mistar.idKamis, 3 September 2026 pukul 11.15 WIB
harga_sayur_di_pasar_dwikora_berfluktuasi_wortel_rp15_ribu_per_kg

Pedagang sayur di Pasar Dwikora, Kota Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Harga sejumlah sayuran di Pasar Dwikora masih berfluktuasi, Kamis (3/9/2026).

Pantauan Mistar, ada beberapa sayur yang mengalami penurunan dan ada pula yang naik hingga Rp15.000 per kilogram.

Harga kangkung saat ini berada di kisaran Rp5.000-Rp6.000 per kilogram, turun dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp8.000. Sementara kol dan sawi putih masih bertahan di harga Rp7.000 per kilogram.

Terung dan sawi manis juga belum mengalami perubahan, masing-masing masih dijual Rp10.000 per kilogram. Kentang bertahan di Rp12.000 per kilogram, sedangkan brokoli masih menjadi salah satu sayuran dengan harga tinggi, yakni Rp22.000 per kilogram.

Di sisi lain, sejumlah sayuran justru mengalami kenaikan. Harga buncis naik dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 per kilogram. Timun juga meningkat dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram.

Kenaikan lainnya terjadi pada wortel. Komoditas tersebut yang sebelumnya dijual Rp12.000 per kilogram, kini mencapai Rp15.000 per kilogram.

Salah satu pedagang di Pasar Dwikora, Enjel, mengatakan dampak aktivitas erupsi Gunung Sinabung belum terasa secara langsung terhadap harga sayuran di lapaknya.

"Untuk sekarang, belum dampak ke harga di Pasar Dwikora. Tapi minggu depan siapa tahu," katanya di kiosnya.

Menurut Enjel, pasokan utama sayuran yang dijualnya berasal dari Karo. Kondisi tersebut membuat aktivitas erupsi Gunung Sinabung berpotensi mengganggu pasokan dan memengaruhi harga pada pekan berikutnya.

"Sayuran yang kami jual kebanyakan memang dari Karo. Karena Sinabung lagi erupsi, besar kemungkinan pasokan akan terganggu dan harga bisa naik minggu depan," tuturnya.

Ketidakpastian harga juga dirasakan pedagang lainnya, Rita Tambunan. Selain menghadapi harga yang bergerak naik turun, ia mengaku jumlah pembeli belakangan ini semakin sepi.

"Harga sayur sekarang tidak bisa ditebak. Kalaupun ada yang turun, tetap aja pembeli tidak ramai," ucap Rita.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN