Thursday, September 3, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Guru SDN Medan yang Diduga Pukul Siswa karena Tidak Kerjakan PR Mengundurkan Diri

Mistar.idKamis, 3 September 2026 pukul 11.43 WIB
guru_sdn_medan_yang_diduga_pukul_siswa_karena_tidak_kerjakan_pr_mengundurkan_diri

Kabid Pembinaan SD Disdikbud Kota Medan, Mujiono. (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Guru Bahasa Inggris di SD Negeri 060807, Jalan Halat, Kecamatan Medan Kota, yang diduga melakukan kekerasan terhadap sejumlah siswa telah mengundurkan diri (resign).

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Mujiono. Sejak adanya laporan dari orang tua siswa, guru berinisial DAL tersebut memang diperintahkan untuk sementara tidak mengajar dan hanya diberi jadwal piket.

“Namun, kemarin dapat info dari kepala sekolah yang kita panggil. Kepala sekolah bilang yang bersangkutan mau resign. Kita minta dibuat surat pernyataan pengunduran dirinya, supaya jangan dipikir kita yang memaksa keluar,” katanya kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

Mujiono mengungkapkan pihaknya juga tengah memproses surat peringatan teguran bagi kepala sekolah agar insiden serupa tidak terjadi lagi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, oknum guru tersebut memang memberikan hukuman fisik berupa squat jump serta memukul bahu siswa menggunakan buku. Hukuman tersebut diberikan kepada sejumlah siswa karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Mujiono menekankan hukuman fisik tidak diperbolehkan karena pendidikan saat ini sudah mengusung sekolah ramah anak.

“Misalnya anak-anak tidak mengerjakan PR, ditanya di mana kendalanya, dibimbing sama gurunya. Kalau hukuman fisik, ya sudah nggak boleh lagi model seperti itu,” ucapnya.

Sebelumnya, Disdikbud Kota Medan juga disebut sudah memanggil kepala sekolah dan orang tua siswa untuk melakukan mediasi. Namun, orang tua siswa memilih untuk tidak hadir.

Meski demikian, Mujiono mengatakan kondisi para siswa sudah kembali normal. Kondisi psikologis siswa disebutnya menjadi perhatian utama agar tidak ada perasaan trauma yang membekas.

Begitupun, ia menyesalkan keputusan DAL yang memilih mengundurkan diri. Apalagi, sebenarnya orang tua siswa disebut sudah memaafkan dan semua sudah berjalan normal.

“Kita punya nurani juga kan, kasihan juga dia (DAL) jadi nggak ada kerja. Cuma dari segi administrasi kepala sekolah memang harus kita beri peringatan teguran, agar tidak terjadi lagi ke depannya seperti ini,” ucap Mujiono lagi.

Diketahui sebelumnya, sejumlah orang tua siswa mendatangi Kantor Disdikbud Kota Medan untuk melaporkan dugaan kekerasan yang dilakukan seorang guru terhadap beberapa siswa. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN