Wednesday, August 26, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Orang Tua Laporkan Dugaan Kekerasan Guru terhadap Siswa SDN 060807 Medan

Mistar.idRabu, 26 Agustus 2026 pukul 16.16 WIB
orang_tua_laporkan_dugaan_kekerasan_guru_terhadap_siswa_sdn_060807_medan

Kolase foto: Gedung SDN 060807 Medan Kota, Kepala SDN 060807 Adiana, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kota Medan Mujiono. (foto:Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (26/8/2026) – Sejumlah orang tua dan siswa mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan untuk melaporkan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan salah seorang guru di SD Negeri 060807, Medan Kota.

Namun, saat dimintai keterangan, para orang tua tersebut enggan memberikan penjelasan. Mereka mengaku menyerahkan kasus tersebut kepada Disdikbud, dalam hal ini Kepala Bidang Pembinaan SD, untuk diselesaikan.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kota Medan, Mujiono, mengatakan bahwa benar sejumlah orang tua siswa datang ke Disdikbud untuk melaporkan adanya tindak pemukulan oleh guru terhadap beberapa murid.

“Tadi ada beberapa perwakilan orang tua dan siswa dari SD Negeri 060807 tentang ada kejadian terhadap siswa. Orang tua datang tadi melaporkan bahwa terjadi semacam pemukulan terhadap anak-anak karena alasannya tidak mengerjakan PR,” katanya saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (26/8/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima, ada sekitar 10 anak yang mengadu karena mendapat perlakuan hukuman fisik dari guru akibat tidak mengerjakan tugas. “Nggak ada (luka-luka). Hanya, ada anak disuruh squat jump ramai-ramai, pegang telinga gitu. Ada yang tadi pakai buku di pipinya (dipukul),” ujar Mujiono.

Merespons laporan tersebut, Mujiono menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak dibenarkan dengan alasan apa pun karena sekolah mengusung konsep sekolah ramah anak.

“Apa pun dan bagaimana proses terjadi terhadap anak, tidak boleh ada pemukulan. Jadi kita melarang seperti itu dan kita selalu menyosialisasikan jangan terjadi semacam bullying. Ini kan nanti jadi bullying,” tuturnya.

Disdikbud Kota Medan, sebutnya, mengapresiasi kedatangan orang tua dan siswa ke dinas pendidikan. Sebagai tindak lanjut, pihaknya berencana memanggil kepala sekolah serta guru yang bersangkutan pada keesokan harinya untuk menyelesaikan persoalan tersebut secepatnya.

Pihaknya juga akan mempertemukan pihak sekolah, orang tua, dan siswa agar permasalahan dapat diselesaikan, saling memaafkan, sehingga hal serupa tidak terjadi lagi ke depannya. “Supaya jangan terjadi lagi ke depannya. Bukan hanya di sekolah ini, di sekolah yang lainnya juga jangan terjadi hal seperti ini,” ucap Muji.

Mujiono juga memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut masih berjalan seperti biasanya, dan para murid juga masih mengikuti proses KBM.

Sementara itu, Kepala SDN 060807, Adiana, menjelaskan bahwa insiden yang melibatkan salah seorang gurunya itu terjadi pada Kamis pekan lalu. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika sang guru menanyakan tugas siswa yang belum selesai selama dua minggu.

“Jadi namanya dia sebagai seorang guru, tidak ada ditampilkan anak-anak itu, meminta tugas tadi sudah dua minggu nggak selesai-selesai, disuruh pompa (squat jump) itu saja,” katanya.

Ia menyebut, hingga saat ini belum mendapatkan panggilan dari pihak Disdikbud Kota Medan terkait hal ini. “Belum ada panggilan dari Dinas Pendidikan. Kami menunggu kabar berikutnya,” ucapnya.

Adiana juga berharap para orang tua dapat mempercayakan anak-anaknya dididik di SDN 060807 Medan Kota.

“Anak ini dididik sama guru di SDN 07, cobalah serahkan. Tapi bukan dianiaya, bukan di apa, hanya menegur. Harapan saya sama orang tua murid, ya sudahlah. Saya kan sudah pindahkan guru tersebut kalau anak-anak tidak mau belajar sama Miss tersebut. Itu saja, terima kasih,” katanya lagi menambahkan. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN