SMAN 3 Medan Tegaskan Anti Geng Motor, Siswa yang Terlibat Dikembalikan ke Orang Tua

Gedung SMAN 3 Medan. Insert: Kepala SMAN 3 Medan, Susianto. (foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (26/8/2026) - SMA Negeri 3 Medan dengan tegas menyuarakan anti-kekerasan dan juga melarang para siswanya masuk ke dalam pergaulan negatif seperti aksi-aksi tawuran dan geng motor.
Kepala SMAN 3 Medan, Susianto, menegaskan bahwa jika ada siswa yang kedapatan masuk dalam geng motor dan membuat aksi yang meresahkan masyarakat, maka siswa tersebut akan dikembalikan kepada orang tua. “SMAN 3 Medan menyatakan dengan tegas memusuhi aksi-aksi geng motor,” katanya kepada Mistar, Rabu (26/8/2026).
Pihak sekolah juga disebut telah melakukan sosialisasi pencegahan geng motor dan aksi kekerasan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, dengan melibatkan unsur internal sekolah, tim kepolisian, TNI, perwakilan orang tua, hingga komite sekolah.
“Kami juga membuat deklarasi sebagai bentuk dukungan dari semua warga sekolah terkait hal ini dengan membubuhkan tanda tangan dari guru-guru, stakeholder yang hadir, pengurus OSIS, dan juga perwakilan siswa setiap kelas,” ucapnya.
Hal ini, sebut Susianto, bertujuan untuk mendorong para siswa menjauhi kekerasan dan bersama-sama menolak keberadaan geng motor yang kerap meresahkan publik.
Selain itu, Susianto juga menambahkan bahwa kunjungan dari Kepala Dinas Pendidikan bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumut turut memberi motivasi besar bagi seluruh siswa untuk dapat belajar dengan sungguh-sungguh dan pintar dalam memilih pergaulan yang baik.
“Kami juga berharap para siswa boleh fokus dalam belajar, meraih prestasi di bidang akademik maupun nonakademik, melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat daripada ikut-ikut geng motor,” tuturnya lagi.
Kerja sama pihak sekolah dan orang tua juga disebut sebagai salah satu bagian penting dalam mencegah anak didik terafiliasi geng motor dan begal.
Sebelumnya, Susianto juga menyebutkan bahwa ada sebanyak 23 siswa SMAN 3 Medan yang terindikasi geng motor. Namun, setelah mendapatkan arahan dan bimbingan, para siswa itu menyatakan keluar dari geng motor tersebut dengan kesadaran sendiri. (hm27)






















