Tuesday, August 18, 2026
home_banner_first
SUMUT

LPA Sumut: Kemerdekaan Harus Jadi Momentum Lindungi Anak dari Kekerasan

Mistar.idSelasa, 18 Agustus 2026 pukul 11.49 WIB
lpa_sumut_kemerdekaan_harus_jadi_momentum_lindungi_anak_dari_kekerasan

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara, Muniruddin Ritonga. (Foto:Ari/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (18/8/2026) - Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara (Sumut), Muniruddin Ritonga, menegaskan, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tidak hanya menjadi momentum dalam memperingati perjuangan pahlawan bangsa.

Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga upaya membebaskan anak dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan penelantaran.

Pasalnya, ia menilai semangat kemerdekaan juga harus dapat diwujudkan melalui komitmen bersama dalam memberikan perlindungan kepada anak.

“Perlindungan anak juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, sekolah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak,” ujarnya pada Mistar, Selasa (18/8/2026).

Ia menegaskan, keluarga merupakan benteng pertama dalam memberikan perlindungan pada anak. Ia menilai, pola asuh yang baik, komunikasi yang terbuka, serta perhatian terhadap perkembangan anak menjadi bagian penting dalam memastikan anak dapat tumbuh secara optimal.

“Pemerintah harus memperkuat kebijakan dan sistem perlindungan anak, termasuk adanya mekanisme pengaduan dan penanganan yang cepat terhadap setiap kasus kekerasan maupun pelanggaran pada anak,” ucap anggota Komisi B DPRD Sumut itu.

Ia menekankan, momentum 81 tahun usia Indonesia saat ini diharapkan menjadi refleksi bersama bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang saat ini tumbuh dan berkembang.

Meski demikian, ia menegaskan, tantangan dalam melawan penyalahgunaan narkoba, judi online, tawuran, hingga beberapa persoalan lainnya harus dapat menjadi perhatian khusus dan serius para pemangku kepentingan dalam menghadapi fenomena tersebut.

“Sebab, menjaga anak merupakan menjaga masa depan bangsa. Semangat Merah Putih tidak cukup hanya untuk berkibarnya sebuah bendera, tetapi harus diiringi dengan kepedulian dan keberanian masyarakat untuk melindungi setiap anak Indonesia,” tuturnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN