Wednesday, August 26, 2026
home_banner_first
EKONOMI

ESDM Siapkan Penyaluran LPG 3 Kg Berbasis Desil DTSEN

Mistar.idRabu, 26 Agustus 2026 pukul 17.20 WIB
esdm_siapkan_penyaluran_lpg_3_kg_berbasis_desil_dtsen

LPG 3 Kg. (foto: Pertamina Patra Niaga/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan langkah untuk memperketat penyaluran LPG 3 kilogram (kg) agar penggunaannya lebih tepat sasaran. Nantinya, penerima LPG bersubsidi tersebut akan mengacu pada kelompok desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pengaturan berdasarkan desil tidak hanya akan diterapkan pada kebijakan bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga LPG 3 kg.

“(Masyarakat) kelas yang mendapatkannya diatur agar lebih tepat sasaran, seperti desil-desil-nya nanti akan diatur tuh yang LPG. Bukan hanya yang BBM ya, LPG juga. Kita kan sudah ada data DTSEN,” ujar Laode di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, penerapan kebijakan tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut, terutama terkait kesesuaian data yang menjadi dasar penentuan penerima. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan PT Pertamina (Persero).

Pembahasan tersebut juga menjadi tindak lanjut dari pertemuan antara Menteri ESDM dan Menteri Keuangan mengenai penataan subsidi.

“Iya, nah itu. Itu salah satu yang akan kami bahas bersama BPS, Pertamina, kami dalam mengimplementasikan hasil pertemuan Pak Menteri ESDM dan Pak Menteri Keuangan,” kata Laode.

Selain menata penerima berdasarkan data sosial ekonomi, Kementerian ESDM juga tengah menguji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG 3 kg.

Uji coba tersebut dilakukan menggunakan 17 tabung CNG di lingkungan kantin Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Pengujian akan berlangsung selama sekitar satu bulan untuk melihat kinerja dan aspek penggunaannya sebelum dipertimbangkan untuk diterapkan lebih luas.

“(CNG) sedang uji coba 17 tabung di Lemigas. Nanti kita lihat 17 tabung ini unjuk kerjanya seperti apa, sedang dievaluasi dalam waktu satu bulan ini,” ucap Laode.

Sebelumnya, Laode mengakui distribusi LPG 3 kg masih bersifat terbuka. Kondisi tersebut membuat LPG bersubsidi masih dapat digunakan oleh masyarakat dari berbagai kelompok ekonomi.

Sementara itu, konsumsi LPG 3 kg terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi volume LPG 3 kg sepanjang 2025 mencapai 8,52 juta metrik ton. Jumlah tersebut melampaui kuota APBN yang ditetapkan sebesar 8,17 juta metrik ton.

Pada 2024, realisasi konsumsi LPG 3 kg tercatat 8,23 juta metrik ton, juga lebih tinggi dibandingkan kuota APBN sebesar 8,03 juta metrik ton.

Untuk 2026, pemerintah menetapkan kuota LPG 3 kg sebesar 8 juta metrik ton. Namun, Kementerian ESDM memproyeksikan kebutuhan hingga akhir tahun dapat mencapai sekitar 8,6 juta metrik ton.

“Memang kalau kita perhatikan bahwa di tahun 2025 kemarin juga sudah ada penyesuaian untuk prognosa, dan untuk tahun 2026 ini memang prognosanya itu sebesar 8,6 juta ton LPG, dan untuk tahun 2027 tadi juga sudah disampaikan bahwa proyeksi bisa mencapai lebih dari tahun 2026 ini,” ujar Laode dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta Pusat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN