Tuesday, August 18, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pengawasan Elpiji 3 Kg di Taput Disorot, Pengusaha Ayam Penyet Pak Yoko Dipersoalkan

Mistar.idSenin, 17 Agustus 2026 pukul 21.18 WIB
pengawasan_elpiji_3_kg_di_taput_disorot_pengusaha_ayam_penyet_pak_yoko_dipersoalkan

Pengusaha ayam penyet di Siborongborong omset besar gunakan elpiji 3 kg. (foto:fernando/mistar)

news_banner

Taput, MISTAR.ID (17/8/2026) - Saat ini, pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dinilai sangat lemah dalam pengawasan penggunaan Elpiji 3 kg. Padahal, Elpiji 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat miskin, tetapi diduga digunakan pengusaha Ayam Penyet Pak Yoko di Jalan Sisingamangaraja, Siborongborong, Taput, dengan omzet penjualan Rp5 juta per hari.

Salah seorang warga Siborongborong, E Lumbantoruan, mengatakan dirinya heran melihat pengawasan dari Pemkab Taput terhadap pengusaha makanan Ayam Penyet Pak Yoko di Jalan Sisingamangaraja, Siborongborong, Taput yang dinilai kurang. Menurutnya, pengusaha tersebut setiap malam menggunakan Elpiji 3 kg untuk menggoreng ayam penyet, padahal jika dihitung, omzetnya mencapai Rp5 juta setiap malam.

"Ya, saya heran kurang pengawasan dari Pemkab Tapanuli Utara dalam penggunaan Elpiji 3 kg untuk pengusaha makanan yang omzetnya Rp5 juta per malam," ujar E Lumbantoruan.

Untuk itu, dia berharap agar Bupati Taput dapat mendengarkan hal ini agar jangan ada ketimpangan, sebab sudah jelas Elpiji 3 kg untuk masyarakat miskin, jelasnya.

Sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 dan Keputusan Menteri ESDM, Elpiji 3 kg bersubsidi hanya layak digunakan oleh rumah tangga sasaran (masyarakat kurang mampu), usaha mikro, petani sasaran, dan nelayan sasaran.

Sementara itu, Kabag Ekonomi Tapanuli Utara, Montovani Lumbantobing, saat dihubungi MISTAR terkait oknum pengusaha Ayam Penyet di Siborongborong dengan omzet Rp5 juta per hari, menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan razia terkait hal tersebut besok.

"Besok kita lakukan razia, ya. Yang jelas, pengguna Elpiji 3 kg adalah warga miskin," ujar Montovani.

Sementara itu, pengusaha Ayam Penyet Pak Yoko saat hendak dihubungi mengatakan melalui karyawannya bahwa bos masih berada di luar daerah. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN