Puluhan Warga Bagan Baru Tolak Digusur dari Lahan Pemkab, 32 Rumah Dibongkar

Satpol PP Asahan membongkar bangunan di atas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. (foto: Perdana/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID - Puluhan warga Desa Bagan Baru, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan menolak penertiban bangunan yang mereka tempati. Lahan tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Warga mengaku telah menempati kawasan tersebut selama puluhan tahun. Mereka keberatan jika harus meninggalkan tempat tinggal tanpa adanya kejelasan mengenai lokasi pengganti.
“Sudah puluhan tahun kami tinggal di sini. Ke mana kami mau pindah kalau digusur tanpa adanya solusi dari pemerintah? Kami mau ditempatkan di mana untuk tinggal?” kata Ismail Panjaitan, salah seorang warga yang menolak penertiban, Jumat (2/10/2026).
Meski mendapat penolakan, penertiban tetap dilakukan. Puluhan aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP Pemkab Asahan, TNI AL, TNI AD dan Polri, dibantu alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum, membongkar bangunan yang berada di atas lahan tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Asahan, Umar Simangunsong, mengatakan terdapat 32 rumah yang ditertibkan. Sebelumnya, delapan rumah telah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya.
“Sosialisasi dan imbauan sudah dilakukan melalui desa dan kecamatan beberapa bulan sebelumnya. Ada yang sadar membongkar sendiri bangunannya. Sementara yang memilih bertahan meminta ganti rugi. Kita jelaskan bahwa ini sebelumnya adalah lahan pemerintah,” kata Umar.
Menurut Umar, penertiban dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program tersebut ditujukan untuk memberikan fasilitas yang mendukung aktivitas nelayan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kita berbangga karena program Kampung Nelayan ini tidak semua daerah mendapatkannya. Ini program prioritas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Manfaatnya ke depan untuk meningkatkan perekonomian nelayan dan masyarakat juga,” ujarnya.
Umar menyebut, Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung aktivitas nelayan. Di antaranya dermaga tempat sandar kapal nelayan, tempat pelelangan ikan, pabrik es, stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), dan bengkel kapal.
Selain itu, kawasan tersebut juga direncanakan memiliki fasilitas sosial dan umum, seperti perumahan, balai pertemuan dan musala. (*)
















































