Makanan Sehat Buat Sering Kentut, Ini Penjelasannya

Ilustrasi kentut. (Foto: Freepik)
Medan, MISTAR.ID - Sejumlah makanan sehat seperti kacang-kacangan dan sayuran cruciferous ternyata dapat membuat seseorang lebih sering kentut. Kondisi tersebut terjadi karena proses fermentasi serat dan karbohidrat tertentu oleh bakteri di usus besar.
Ahli gizi yang berspesialisasi dalam gangguan makan dan nutrisi kuliner, Christine Byrne, MPH, RD, mengatakan gas yang dihasilkan bakteri usus merupakan salah satu penyebab utama kentut.
Selain udara yang masuk ke saluran pencernaan saat menelan, berbicara, makan, dan minum, gas juga terbentuk ketika bakteri di usus besar memproses serat dan pati yang tidak dapat diserap tubuh.
“Bakteri probiotik sehat di usus kita akan memfermentasi serat yang tidak dapat dicerna ini untuk mengonsumsinya, dan gas akan terbentuk dalam proses tersebut,” kata Byrne dalam siaran Eating Well yang diterbitkan Selasa (1/9/2026) waktu setempat.
Byrne menjelaskan, tubuh kemudian mengeluarkan gas tersebut melalui anus yang merupakan bagian terdekat dari saluran pencernaan. Kondisi ini membuat seseorang dapat lebih sering kentut setelah mengonsumsi makanan tinggi serat.
Namun, proses fermentasi serat oleh bakteri usus tidak hanya menghasilkan gas. Saat serat difermentasi, asam lemak rantai pendek juga diproduksi dan dapat membantu melindungi jantung, hati, dan otak, mendukung metabolisme, serta melawan peradangan.
Ahli gizi terdaftar Holly Larson, MS, RD, mengatakan respons setiap orang terhadap makanan berserat dapat berbeda karena komposisi bakteri dalam usus dan toleransi terhadap serat tidak sama.
Toleransi tersebut juga dapat berubah ketika seseorang mulai menyesuaikan pola makannya.
Selain makanan berserat, kondisi seperti sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS) dan intoleransi makanan tertentu juga dapat menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami gas dan perut kembung.
“Sama seperti satu galon susu yang basi memiliki tekanan pada botol, fermentasi senyawa di usus kita dapat menyebabkan gas, nyeri, kembung, dan tekanan yang tidak nyaman di perut,” kata Larson.
Kacang-kacangan menjadi salah satu makanan yang dapat meningkatkan produksi gas karena mengandung oligosakarida, yakni jenis karbohidrat yang mudah difermentasi.
Usus kecil tidak memiliki enzim yang cukup untuk memecah karbohidrat tersebut sehingga oligosakarida dapat mencapai usus besar. Di sana, bakteri akan memfermentasinya dan menghasilkan gas sekaligus senyawa yang bermanfaat bagi tubuh.
Selain kacang-kacangan, makanan yang mengandung oligosakarida antara lain bawang bombai, bawang putih, gandum, dan gandum hitam.
Sementara itu, kentut dengan bau yang lebih kuat dapat terjadi setelah mengonsumsi sayuran cruciferous seperti brokoli, kembang kol, kubis, kale, dan kubis Brussel.
Sayuran tersebut mengandung serat dan raffinose yang merupakan salah satu jenis oligosakarida. Selain itu, sayuran cruciferous juga kaya akan senyawa sulfur bernama glukosinolat yang memberikan sejumlah manfaat kesehatan sekaligus dapat menghasilkan gas dengan bau lebih kuat.
Ada pula makanan yang mengandung karbohidrat yang dapat difermentasi dan dikenal sebagai FODMAP, yakni oligosakarida, disakarida, monosakarida, dan poliol yang dapat difermentasi.
Makanan yang termasuk FODMAP sebenarnya sehat dan umumnya dapat ditoleransi oleh kebanyakan orang. Namun, jenis makanan tersebut dapat menjadi pemicu gas dan kembung bagi penderita IBS atau orang dengan sensitivitas pencernaan tertentu.
Beberapa makanan yang menjadi sumber FODMAP antara lain bawang bombai, bawang putih, gandum, dan kacang-kacangan.
Selain itu, buah seperti mangga dan ara serta madu yang kaya akan monosakarida juga termasuk FODMAP. Sementara poliol merupakan alkohol gula yang secara alami ditemukan pada sejumlah buah, termasuk apel dan pir. (hm25/antara)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER







Kasasi Dua Terdakwa Kasus Sabu 89,6 Kg Asal Aceh Ditolak, Vonis 20 Tahun-Penjara Seumur Hidup Inkrah















