Kopi Dicampur Jeruk Nipis Diklaim Bisa Atasi Migrain, Cek Faktanya

Kopi dicampur jeruk nipis. (Foto: iStock)
Jakarta, MISTAR.ID – Kopi hitam yang dicampur perasan jeruk nipis disebut ampuh meredakan migrain. Benarkah?
Sakit kepala dan migrain sering mengganggu aktivitas sehingga sebagian orang mencoba berbagai racikan rumahan untuk meredakannya. Salah satunya kopi hitam dengan perasan jeruk nipis yang sempat viral di Facebook.
Klaim tersebut menyebut racikan kopi dan jeruk nipis dapat memberikan dampak positif bagi tubuh sekaligus membantu mengatasi migrain.
Dikutip dari AFP pada Rabu (2/9/26), berikut faktanya yang telah dirangkum:
1. Disebut bisa melebarkan pembuluh darah
Klaim kopi hitam dicampur air jeruk nipis untuk meredakan migrain kembali beredar di media sosial. Unggahan tersebut pertama kali dibagikan di Facebook pada 30 Agustus 2019 dan telah dibagikan lebih dari 500 kali.
Artikel tersebut menyebut kafein dalam kopi dapat membantu melawan migrain. Campuran kopi dan jeruk nipis juga diklaim mampu melebarkan pembuluh darah.
Kombinasi keduanya bahkan disebut dapat membantu meredakan energi di hati. Klaim itu dikaitkan dengan anggapan bahwa kondisi hati menjadi salah satu penyebab migrain.
Namun, sejumlah ahli kesehatan menilai klaim kopi dan jeruk nipis sebagai obat migrain tersebut menyesatkan.
3. Kafein memang bisa membantu sakit kepala
Ahli gizi Tipradee Kongsuwan menjelaskan kopi hitam memang mengandung kafein yang dapat membantu meredakan sakit kepala dalam kondisi tertentu.
Namun, kopi tidak bisa menyembuhkan migrain. Ia juga mengingatkan konsumsi kopi sebaiknya tidak lebih dari 2-3 cangkir sehari karena dapat memengaruhi tekanan darah.
"Minum kopi hitam dicampur air jeruk nipis tidak bisa menyembuhkan sakit kepala," ujar Tipradee kepada AFP.
Ia juga menyebut jeruk nipis dapat membuat sakit kepala semakin parah pada sebagian orang.
4. Dokter tidak menyarankan racikan ini
Dr. Adichan Chuajinda dari Phra Nangklao Hospital juga tidak merekomendasikan kopi dicampur jeruk nipis sebagai obat migrain. Menurutnya, belum ada bukti yang menunjukkan racikan tersebut dapat menyembuhkan migrain.
Ia menjelaskan kafein dalam kopi dapat membantu meredakan sakit kepala ringan. Namun, efek tersebut berbeda dengan mengobati sakit kepala berat seperti migrain.
Menurutnya, cara terbaik ketika mengalami sakit kepala adalah memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
5. Disarankan tidak mengandalkan racikan rumahan
Pusat Anti-Fake News Tailan turut menanggapi klaim tersebut pada 17 Agustus 2020. Mereka menyatakan informasi mengenai kopi yang dicampur jeruk nipis untuk mengatasi migrain merupakan informasi palsu.
Departemen Kesehatan Tailan menjelaskan secangkir kopi mungkin membantu meredakan migrain pada sebagian orang. Namun, konsumsi jeruk nipis dalam jumlah tertentu justru dapat memicu migrain pada yang lain.
Karena itu, kopi dan jeruk nipis sebaiknya tidak dianggap sebagai obat migrain. Jika sakit kepala sering muncul atau terasa berat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. (afp)
























