PSMS Medan Bantah Punya Tunggakan Gaji Pemain, Minta APPI Buka Data

Presiden Klub PSMS Medan Fendi Jonathan. (Foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (1/9/2026) - Manajemen PSMS Medan menanggapi keterangan yang disuarakan oleh Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) terkait klub-klub yang belum menuntaskan tunggakan gaji pemain. Salah satu klub yang disebut adalah PSMS Medan.
Menanggapi hal ini, Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, pun buka suara. Ia mengaku tidak mengetahui maksud pemain PSMS mana yang belum diselesaikan gajinya sesuai yang dinyatakan oleh APPI.
"Surat resmi saja ke PSMS, siapa pemainnya, tahun berapa, agar kami tahu (persoalan ini). Soalnya kami juga tidak tahu," ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Fendi merasa hampir dipastikan PSMS Medan tidak memiliki tunggakan soal gaji pemain. Menurutnya, PSMS saat ini telah lolos lisensi klub profesional dari PSSI dan siap mengarungi kompetisi musim ini.
"Kalau ada tunggakan gaji, lisensi gak mungkin lolos, yang pasti itu. Lalu pasti ada ban (banned) dari FIFA, pasti kena ban mau dari tahun berapa pun itu," ucapnya.
Seperti yang diketahui, untuk mendapatkan lisensi klub profesional, klub wajib menyerahkan dokumen dan lolos verifikasi dalam lima aspek yang salah satunya adalah laporan keuangan yang sehat, bebas tunggakan gaji, dan telah diaudit secara independen.
"Jadi saya juga gak tahu masalahnya di mana, yang jelas intinya kalau ada tunggakan tentu tidak lolos verifikasi lisensi. Jadi apa dasar APPI ngomong begitu, sudah ke FIFA atau belum? Itu kan namanya tuduhan sepihak," tutur Fendi.
Menurutnya, hal ini harus menjadi pembelajaran untuk tim-tim betapa pentingnya lisensi klub untuk membuktikan sehatnya sebuah klub. Ia mengatakan jika sebuah klub sudah memiliki lisensi, maka profesionalitas klub tidak perlu dipertanyakan lagi.
"Kita punya standar dari liga dan PSSI, dan ini sudah jelas. Harus lolos verifikasi lisensi dulu, kalau sudah lolos lisensi artinya tidak ada tunggakan gaji, ini harus menjadi edukasi," katanya.
Diketahui sebelumnya, di Jakarta APPI sempat mendesak operator liga untuk menuntaskan persoalan tunggakan gaji pemain di klub-klub sebelum kompetisi bergulir.
Legal Officer APPI, Muhammad Agus Riza Hufaida, mengungkapkan ada sebanyak 28 klub dari Super League hingga Liga 4 yang masih menunggak pemainnya, salah satu yang disebutkan adalah PSMS Medan. Adapun total nilai tunggakan yakni sebesar Rp14,8 miliar.
APPI meminta agar tunggakan gaji pemain bisa segera diselesaikan sebelum kompetisi musim 2026–2027 ini digelar. (hm27)























